Berbagi Kebahagiaan Dengan Yatim dan Du'afa

Mari kita berbagi kebahagiaan dengan para santri yatim dan du'afa penghafal quran, kita bantu wujudkan cita-cita mereka menjadi ilmuan yang hafal Alquran

Program Orang Tua Asuh

Hanya dengan menyisihkan min 20K anda sudah menjadi orang tua asuh para santri yatim du'afa penghafal Al-quran

YAYASAN YATIM & DU’AFA ALKAUTSAR 561, MENERIMA PENYALURAN ZAKAT, INFAQ, WAKAF DAN SHODAQOH

Senin, 29 September 2014

Amalan Pada 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Oleh : H. Aep Saepulloh Darusmanwiati MA.

Setelah pada postingan sebelumnya kita membahas keutamaan pada 10 Hari pertama di bulan Dzulhijjah, kali ini kita akan membahas amalan apasaja yang dapat dikerjakan. Tentunya apapun ibadah dan amal shaleh yang dapat dikerjakan didalamnya, pahalanya sangat istimewa dan luar biasa. Diantaranya adalah:

Pertama, berkurban bagi yang mampu. Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – “مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ, فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا” – رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ مَاجَه, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, لَكِنْ رَجَّحَ اَلْأَئِمَّةُ غَيْرُهُ وَقْفَه

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) dan tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah. Al Hakim menshahihkannya.

Waktu yang palin baik untuk memotong hewan qurban menurut seluruh ulama empat adzhab adalah pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah selesai shalat 'Id. Selain itu, bagi yang berniat untuk berkurban, tidak diperbolehkan baginya untuk memotong kuku, rambut, juga bulu-buluan yang ada pada tubuhnya. sejak tanggal 1 Dzulhijjah, sampai hewan kurbannya itu di sembelih.

Hal tersebut berdasarkan hadits yang  diriwayatkan oleh Ummu Salamah, isteri Rasulullah SAW berkata: "Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang mempunyai hewan untuk dikurbankan, maka apabila hilal bulan dzulhijjah telah masuk (maksudnya telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah), maka janganlah ia memotong rambut, dan kuku-kukunya sampai ia memotong hewan kurbannya.

Kedua, Imam Nawawi dalam sarahnya terhadap Shahih Muslim mengatakan: "puasa pada sembilan hari Dzulhijjah sangat dianjurkan ( sunnah muakkadah), terutama tanggal sembilannya, yaitu pada hari Arafah. Hal ini karena banyak hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan-keutamaan hari-hari dimaksud". setelah mengatakan demikian, Imam nawawi lalu menukil sebuah hadits shahih riwayat Imam Bukhari yang menjelaskan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dimaksud. sedangkan hadits yang diriwayatkan sayyidah Aisyah yaitu ia berkata: "Aku tidak pernah meliha Rasulullah saw berpuasa pada sembilan hjari pertama bulan dzulhijjah sedikitpun" (HR. Muslim). Imam Nawawi ketika menjelaskan hadits tersebut dalam kitabnya al-minhaj, mengatakan: "Hadits diatas termasuk hadits yang dapat dita'wil. Puas pada sembilan hari pertama bulan Dulhijjah bukanlah sesuatu yang makruh, akan tetapi sunnah yang sangat ditekankan, terutama tanggal sembolan Dulhijjah, yaitu hari Arafah. Telah disebutka hadits-hadits yang menjelaskan keutamaannya. bahkan dalam shahih Bukhari juga disebutkan , bahwasannya rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada hari-hari dimana amal shaleh yang dilakukan didalamnya lebih utama, selain amal-amal shaleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah."

Hal tersebut diperkuat juga dengan hadits Hunaidah binti khalid dari istrinya, dari sebagian istri-istri Rasulullah SAW yang mengatakn bahwa Rasulullah SAW senantiasa berpuasa pada sembilan haeri pertama bulan Dzulhijjah, hari Asyura (tanggal 10 Muharram), tiga hari setiap bulan, dan puasa setiap hari Senin dan Kamis setiap bulannya. Hadits inui diriwayatkan opleh Imam Abu Daud, Ahmad dan Nasai. Redaksi diatas merupakan redaksi Abu Daud."

Ketiga, Membaca takbir (Allohu Akbar), tahlil (la ilaha illalloh), tahmid (alhamdulillah)) juga dzikir lainnya.

kalimat takbir ini lebih ditekankan lagi untuk dibaca setiap kali selesai shalat wajib sebanyak tiga kali, sejak setelah shalat Shubuh dari hari Arafah (tanggal 09 Dzulhijjah) sampai setelah shalat Ashar pada tanggal 13 Dzulhijjah (akhir hari tasyrik).

Keempat, melakukan ibadah-ibadah lainnya seperti shalat tahajud, sedekah, memperbanyak shalat sunnat baik rawatib maupun non rawatib, membaca al-Qur'an, membantu dan menolong sesama, juga amal-amal shaleh lainnya.

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari  telah disebutkan tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, Ibnu Rajab al-Hambalidalam al-Lathaif " Apabila amal shaleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini lebih utama dan lebih dicintai oleh Allah dari hari-hari lainnya dalam seluruh tahun, maka amal shaleh apapun yang dikerjakan didalamnya - sekalipun amal shaleh tersebut biasa - lebih utama dari amal-amal shaleh lainnya yang dikerjakan pada hari-hari lain, sekalipun amal tersebut utama". Selanjutnya dalam kesempatan lain ibnu Rajab mengatakan , "Ini menunjukkan bahwa amal shaleh biasa yang dilakukan pada waktu istimewa akan menyamai (pahala) amal shaleh utama yang dikerjakan pada hari-hari bulan biasa. Bahka, dilebihkan dengan dilipatgandakan pahala dan balasannya". Wallahu A`lam bi-shawab

Jumat, 26 September 2014

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Oleh : H. Aep Saepulloh Darusmanwiati MA.
(Kandidat Doktor Universitas Al-azhar Mesir) 

Menurut Ibnu Rajab dalam Lathaiful Ma'arif, diantara sebab Allah melipat gandakan pahala ibadah seseorang adalah karena kemuliaan melakukan waktu ibadahnya (syarafuz zaman).
Ibadah apapun yang dikerjakan pada waktu-waktu yang dimuliakan oleh Allah, maka ibadah tersebut menjadi istimewa, pahalanya dilipat gandakan, dan kedudukannya melebihi ibadah lainnya.

Diantara contoh yang dimuliakan oleh Allah dimaksud adalah, selain bulan Ramadhan adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Maksudnya adalah tanggal 1 sampai tanggal 10 dari bulan Dzulhijjah. Lalu, apa saja keutamaan dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini? diantara keutamaannya adalah:

Pertama, dalam surat Al-Fajr, Allah berfirman:

وَالْفَجْرِ ﴿١﴾ وَلَيَالٍ عَشْرٍ ﴿٢﴾ وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ ﴿٣﴾ وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ ﴿٤﴾ هَلْ فِي ذَٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِي حِجْرٍ ﴿٥

Artinya: "Demi fajar. Dan demi malam yang sepuluh. Dan demi yang genap dan yang ganjil. Dan demi malam bila berlalu. Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal." (QS. Al-Fajr [89] 1-5

 Jumhur ulama salaf maupun khalaf, seperti Abbas, Ikrimah, Abdullah bin Az-Zubair, Masruq bin Al-Ajda, Ad-Dhahhak, sebagaimana disampaikan Imam At-Thabrani dan Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat "dan demi malam yang sepuluh" berpendapat bahwa yang dimaksud malam yang sepuluh itu adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya At-Tibyan Fi Aqsamil Quran : "Allah SWT. bersumpah dengan beberapa makhluk-Nya dan sumpahnya Allah dengan sebagaian makhluk-Nya menunjukan bahwa mkhluk yang disumpahinya itu termasuk diantara tanda kekuasaan-Nya yang agung, luarbiasa"

Kedua, sepuluh hari pertama bulan Djulhijjah termasuk waktu empat puluh malam dimana Allah bertemu dengan Nabi Musa as. bahkan, ia merupakan sepuluh penutup dari empat puluh malam dimaksud.

Dalam Surat Al-A'rof Allah menjelaskanbahwa Dia menjanjikan waktu selama empat puluh malam bertemu dengan Nabi Musa as, untuk menyampaikan ajaran Islam yang akan dibawanya berupa kitab Taurat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya, yang artinya: "Dan telah kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlaku waktu tiga puluh mlam, dan kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam." (QS. Al-A'raf [7] : 142)

Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa sebagian besar para ualam berpendapat, maksud tiga puluh hari pertama adalah bulan Dzjul Qa'dah sedangkan maksud sepuluh hari lagi sebagai penutup adalah sepuluh ahri pertama dari bulan Dzulhijjah. Pendapat ini, menurut Ibnu Katsir, adalah pendapatnya Mujahid, Maruq, Ibnu Juraij juga Ibnu Abbas.

Dengan demikian, lanjut Ibnu Katsir, waktu bertemunya Nabi Musa as. dengan Allah berakhir tepat pada hari raya Idul Adha (tangga 10 Dzulhijjah) atau dalam dalam sepuluh hari pertama bulan. Dan pada hari itu juga, Allah menyempurnakan agama Islam yang dibawa oleh SAW, sebgaimana firman-Nya: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmatku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Maidah [5] :3). Tidak semata-mata Allah memilih waktu-waktu tersebut. Melainkan karena hari-hari yang dimaksud merupakan hari-hari yang sangat istimewa dan sangat dimuliakan.

Ketiga, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah merupakan hari-hari yang paling dicintai oleh Allah untuk melakukan berbagai ibadah didalamnya.

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori disebutkan : 

Dari Ibnu Abbas, Rosulluloh SAW. bersabda: "Tidak ada amal ibadah yang lebih utama selain yang dikerjakan pada sepuluh hari ini (maksudanya sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah)". Para sahabat bertanya: "Apakah sekalipun Jihad di jalan Allah?". Rasululah SAW. menjawab: "Sekalipun dari Jihad. kecuali seseorang yang keluar untuk ber Jihad dengan diri dan hartanya, lalu tidak ada sedikitpun yang pulang daripadanya" (HR. Bukhori)

Senin, 11 Agustus 2014

Menerima Titipan Qurban 1435H

QURBAN SUPER BERKAH

Bismillahirrohmanirrohim

Al Kautsar 561 siap membantu menyalurkan hewan qurban untuk daerah minus.
Harga ada di bawah, sudah termasuk biaya operasional(distribusi, kresek, dll)
Bagi yg berminat silahkan tentukan pilhan hewan dan tipe kemudian hubungi kami
di 08122469045 / PIN 2293EA61/PIN 2BB1B7D3.

Peminat titipkan uang, kami belikan hewannya, pada saatnya kami potong dan distribusikan ke kampung-kampung sekitar yang dinilai layak. Laporan biasanya di Face Book, email, WA, BBM, sms atau foto sesuai permintaan. Untuk laporan tahun lalu dapat dilihat di akun FB 'Tati Susilawati J' atau di group AL-KAUTSAR561. Bagi yang bisa hadir di lokasi H-1 atau hari H, lebih baik.
Di daerah sekitar Alkautsar561 jarang sekali yang berqurban(karena tidak mampu), berbeda dengan di kota yang di setiap panitia bertumpuk.

Insya Alloh manfaatnya luar biasa. Ada 12-15 kampung binaan kami di sini. Diharapkan setiap kampung dapat 1 ekor sapi(minimal). Tiap kampung rata2 mempunyai 180-200KK. Setiap KK rata-rata kebagian 0,5 Kg. Tidak berlebihan bukan?

Terima kasih untuk semua kebaikannya. Jazakumullohu khoiron katsiron

Harga sudah termasuk biaya opersional:

Sapi tipe A: Rp.2.5 jt/orang (sekitar 350 kg) > 1 sapi bisa untuk 7 orang
Sapi tipe B:Rp.2.25 jt/orang (sekitar 300 kg)
Sapi tipe C:Rp.2.0 jt/orang (sekitar 270 kg)


Kambing tipe A:Rp.2.7jt.(sekitar 35 kg)
Kambing tipe B:Rp.2.4jt. (sekitar 30kg)
Kambing tipe C:Rp.2.0jt. (sekitar 22-26kg)t


========================================================================
Bank Mandiri atas nama "yayasan Al Kautsar 561" N
Norek: 131 00 10189498.
BCA KCP BTC 5140139230 atau
BNI cab ITB 0063788860, atau
BRI cab Polban 154901001010504
atas nama: Tati Susilawati
mohon sisipkan berita atau konfirmasi ke:
HP : 08122469045 / PIN 2293EA61 / PIN 2BB1B7D3


Selasa, 22 Juli 2014

Distribusi Zakat 1435 H

Alhamdulillah beberapa hari ini kami sudah mendistribusikan titipan zakat kepada lebih dari 400 mustahik yg ada di desa Rajadatu dan tetangga desa.

Ada yg dikumulkan di mesjid, ada yg dikumpulkan di rumah warga, ada juga yg langsung ke rumah masing2 terutama bagi yg sudah jompo. Masih banyak yg seharusnya mendapatkan, namun jumlah dana masih terbatas. Semoga saja ada rejekinya. Masih ada waktu untuk menyampaikannya jika ada yg titip lagi.

Bentuk yg disampaikan sebagian uang cash saja, agar mereka membelanjakan sesuai kebutuhannya. Sebagian ada juga yg barang plus uang. 
Saya atas nama Ketua yayasan mengucapkan terima kasih atas kebaikan hati Muzakki dan kepercayaannya kepada tim panitia Zakat Alkautsar561. Semoga Alloh menerima amal ibadah, membersihkan harta, memberkahi sisa harta, meluaskan rejeki, memudahkan semua urusan, memberi yg terbaik dunia akkhirat dan senantiasa meridloi kita semua .....aamiin. Jazakumullohu khoiron katsiron. 
Bagi yg belum silahkan kami siap membantu menyalurkannya. Juga bagi yg akan titip infak dan wakaf(tanah, bangunan pesantren) silahkan sepanjang tahun(kapan saja). 
Sekarang kami sedang membangun kamar santriwati, dapur dan kamar mandinya untuk menampung 8-10 santriwati. Pondok yatim yg besar belum dilanjutkan pembangunannya.
wassalam

Adab Silaturrohim

Oleh: Rifqi Fauzi 
(Penulis Buku Alquran Tematis, Staf Pengajar Pesantren Alkautsar 561)
Silaturrahim merupakan salah satu ajaran Islam paling agung yang diwajibkan bagi para pengikutnya. Hukum silaturrahim dalam Islam adalah wajib dan meninggalkannya adalah dosa, karena sangat banyak dalil dalil baik dalam Alquran dan utamanya hadits sahih yang mengancam bagi siapapun yang memutuskan silaturrahim, diantaranya adalah dalam Alquran Allah berfirman:
“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan (silaturrahim)?. Mereka itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (QS. Muhammad: 22-23)
Bagi warga Indonesia khususnya, hari raya Idul Fitri merupakan momen untuk berkumpul, banyak keluarga jauh menyengaja pulang kampung hanya untuk berkumpul merayakan Idul Fitri bersama, tentunya inilah peluang untuk bersilaturahim dengan para kerabat, walaupun tentunya tidak hanya harus pada Idul Fitri, tapi bagi saudara yang berjauhan belum tentu bisa dilakukan dihari-hari yang lainnya.
Definis Silaturrahim
Istilah Silaturrahim yang terkenal dalam kehidupan kita sehari-hari adalah Silaturahmi, padahal kata yang tepat adalah Silaturrahim, karena kata Silaturahmi kita tidak akan dapatkan dalam literatur Islam baik dalam Alquran dan Hadits ataupun dalam kitab-kitab para ulama. Kata silaturahim terdiri dari dua suku kata, shilah dan rahim. Secara bahasa shilah berarti menghubungkan dan rahim berarti rahim, perut ibu. Dengan demikian, silaturahim dapat diartikan dengan menghubungkan rahim. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya, Fathul Bari, menyebutkan, (kata rahim) membacanya dengan memberi harakat fathah pada huruf ra-nya dan memberi harakat kasrah pada huruf ha yang tidak bertitiknya (sehingga dibacanya rahim bukan rahmi), dimaksudkan adalah kerabat yang satu sama lain ada keterkaitan keturunan, baik saling mewarisi ataupun tidak, baik berupa mahram (yang haram dinikahi) maupun bukan". (Lihat Fathul Barri, (10/508, 509 Bab keutamaan Silaturahim).
Walaupun secara arti bahasa Silaturrahim berarti hubungan keturunan namun tentunya silaturrahim tidak terbatas hanya kepada kerabat tapi mengandung arti yang lebih luas yaitu hubungan persaudaraan sesame muslim berdasarkan Quran Ssurat Al-Hujurat Ayat 10. Sehingga Imam Alqurthuby membagi Silaturahim kepada dua macam, yaitu silaturrahim Khusus (silaturahim sesama keluarag) dan Silaturrahim Umum (silaturahim sesama Muslim). Saat ini kita akan membahas silaturrahim secara khusus dulu yaitu sesama keluarga, apa saja yang harus dilakukan dan ditinggalkan menurut Sunnah Rasulullah Saw.
Adab (Etika) Silaturrahim Khusus
1.      Niat Ikhlas Karena Allah Swt.
Niat merupakan pondasi pokok suatu amalan, jika niatnya benar maka amalannya InsyaAllah diterima namun jika niatnya salah maka sebesar apapun suatu amalan maka akan tertolak. Niat yang benar juga menjadikan kita melakukan silaturrahim hanya perintah Allah Swt. sehingga kita tidak akan memilih-milih siapa yang akan kita silaturrahimi dan siapa yang tidak, kita akan melakukan silaturrahim kepada siapaun, tidak berdasar baik buruk nya hubungan seseorang, karena kita tidak mengharapkan kebaikan dari seseorang tapi ridha dan pahala dari Allah Swt.
2.      Memulai Silaturrahim dengan saudara terdekat
Dari Abu Hurairah, ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw: "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak saya perlakukan dengan baik?" Rasulullah saw menjawab: "Ibumu, ibumu, Ibumu, kemudian bapakmu, saudari perempuanmu, saudara laki-lakimu, kemudian kerabat kamu yang paling dekat, kemudian yang agak jauh dan demikian seterusnya. Itu semua merupakan hak yang wajib dilakukan dan silaturahim yang harus terus disambungkan" (HR. Abu Dawud dan Baihaqi).
3.      Mempelajari Garis Keturunan
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “pelajarilah garis keturunan kalian yang dengannya kalian dapat menyambung tali persaudaraan. Sesungguhnya menyambung tali persaudaaran itu (dapat membuat) cinta kepada keluarga, memperbanyak harta, dan memanjangkan umur ". (HR. Tirmidzi dengan sanad shahih).
4.      Menyambungkan Silaturrahim Walaupun Berbeda Agama
Dari Asma' binti Abu Bakar, dia berkata,"Pada masa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ibuku mengunjungiku karena rindu. Lalu aku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, 'Apakah aku harus menjalin silaturrahim dengannya?' Nabi Menjawab, 'Ya'". Ibnu Uyainah berkata, "Lalu Allah Azza wa jalla menurunkan ayat, '(Allah tidak melarang kalian dari orang-orang yang tidak memerangimu karena agama)'" (Qs. Al Mumtahanah (60): 8) (HR. Bukhari Dan Muslim)

5.      Bersilaturrahim Tanpa Mengharap Kebaikan
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya seorang laki-laki pernah berkata, "Ya Rasulullah, saya mempunyai kerabat. Saya selalu berupaya untuk menyambung silaturahim kepada mereka, tetapi mereka memutuskannya. Saya selalu berupaya untuk berbuat baik kepada mereka, tetapi mereka menyakiti saya. Saya selalu berupaya untuk lemah lembut terhadap mereka, tetapi mereka tak acuh kepada saya." Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Jika kamu memang benar berada pada posisi apa yang kamu ucapkan tadi, maka sebenarnya mereka itu seperti orang yang kehausan, kemudian kamu tuangkan minuman ke mulut mereka dengan tiada hentinya. Dan selama kamu berbuat seperti itu kepada mereka, maka pertolongan Allah pasti akan bersamamu." ( HR. Muslim).

6.      Saling berkunjung
Sahabt Ali bin Abi Thalib Ra. Pernah berkata , Apabila kamu mempunyai saudara, kerabat, namun kamu tidak pernah berkunjung kepadanya, juga tidak pernah memberikan sebagian dari hartamu, maka kamu berarti telah memutuskan silaturahim dengannya. Jika tidak memungkinkan maka sedikitnya kita menitip salam atau menghubunginya dengan telepon atau sms.  Rasulullah pernah bersabda "Bersilaturahim lah kalian sekalipun hanya dengan mengucapkan salam" (HR. Baihaqi dengan sanad hasan).

7.      Memberikan sedekah
Dari Salman bin Amir Rasulullah saw bersabda: "Shadaqah kepada fakir miskin adalah (hanya mendapat pahala ) sedekah, namun sedekah kepada kerabat dan saudara adalah (mendapatkan pahala) sedekah dan (pahala) silaturahim" (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Selasa, 24 Juni 2014

Quranic Healing


Oleh: Ustadz Helmi Abdul Hakim, Lc
(Wakil Direktur Bidang Pendidikan Al-Qur-an Al Kautsar 561)

“Dan kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman "( Al isra :82)

“Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obatnya, diketahui (dimengerti) oleh orang yang mengetahuinya, dan yang tidak dimengerti oleh sebagian orang” ( HR Ahmad no.17988 )

Salah satu dari kemukzijatan Alquran yang banyak dilupakan umat Islam adalah bahwa Allah Swt menjadikan Alquran sebagai (syifaan) penawar, kebanyakan dari kita mempercayai makna syifa hanya sebatas arti dalam makna majajnya yaitu penawar hati namun pada haikikatnya kata syifa juga diartikan secara makna hakiki yaitu sebagai penyembuh, dan hal itu sudah dilakukan oleh Rasulullah Saw.

Banyaknya orang yang tidak yakin dengan pengobatan Al Qur’an (Quranic Healing) adalah karena belum adanya landasan dan fakta ilmiyah tentang hal ilmu pengobatan dengan Al Qur’an. Misalnya, mungkin muncul pertanyaan : Ketika pasien mendengarkan Al Qur’an, apa yang terjadi dalam tubuh pasien tersebut secara detail yang bisa menghantarkannya pada kesembuhan? Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kita harus menjawab terlebih dahulu pertanyaan “Apa yang dimaksud dengan pengobatan atau Terapi Al Qur’an (Quranic healing Technique)?

Quranic Healing Technique (Tehnik Penyembuhan Qur’ani) adalah Ilmu dan Seni Penyembuhan, Pembentengan dan Perlawanan dari  Penyakit Fisik, Psikis, Gangguan Jin, Serangan Sihir dan Segala Mara Bahaya dengan Mendayagunakan Kekuatan Doa dari Al-Qur’an dan Sunnah (energi Ruqyah) yang Dikembangkan dari Tekhnik yang Sudah Dicontohkan Rasulullah Sholallahu 'alaihi Wassalam.

 Bentuk Pengobatan atau Terapi Al Qur’an (Quranic Healing Technique) adalah membacakan ayat-ayat Al Qur’an dan doa-doa yang ma’tsur (diajarkan oleh Rasulullah saw) kepada diri sendiri atau orang lain/ pasien dengan Metode Sentuhan (Healing Touch), Metode Usapan / Sapuan, Metode Tepukan/Ketukan (Tapping), Metode Pijatan, Metode Hembusan Nafas/ Tiupan . Hal itu diulangi beberapa kali sampai terjadi proses penyembuhan (Insya Allah). Jadi, hal yang mempengaruhi diri sendiri maupun pasien adalah membaca Al Qur’an. Pembacaan Al Qur’an terdiri dari tiga hal, pertama suara bacaan Al Qur’an yang keluar melalui terapis yang membacakannya atau si pasien langsung yang membacanya atau secara tidak langsung yaitu menggunakan rekaman suara yang didengarkan melalui peralatan modern (Audio Visual).  

Dalam memperaktekan Quranic Healing tentunya dibutuhkan pembahasan yang mendalam karena metode ini jika tanpa bimbingan yang merujuk sesuai ketentuan dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. sebagai sumber rujukan dari pengobatan ini, karena kalau tidak merujuk kepada apa yang sudah diajarkan oleh Rasulullah Saw. tidak menutup kemungkinan akan terjerumus kepada kemusyrikan seperti yang banyak terjadi dikalangan masyarakat. 




ZISWAF Romadlon



Bismillahirrohmanirrohim.

Marhaban Yaa Romadlon.......Bulan penuh maghfiroh dan penuh rahmat.
Semoga dengan shaum ini derajat ketakwaan kita meningkat dan semua amal ibadah kita diterima.
Mari sambut dg gembira dan hati yg 'bersih'. Mari tingkatkan amal ibadah kita sebagai pembelajaran untuk waktu2 berikutnya.


Sahabat Al Kautsar 561 yang dirahmati, dimuliakan oleh Alloh swt.... Pada bulan penuh berkah ini Yayasan/Pesantren
Al Kautsar 561 menerima titipan zakat/infak/shodaqoh/wakaf (ZISWAF) untuk berbagai program yg sesuai:
1. Pengembangan pondok pesantren yg salahsatu programnya 'mencerdaskan anak2 yatim&pra-sejahtera'(Biaya hidup dan pendidikan mereka cukup besar.)
2. Beasiswa bagi pelajar/mahasiswa yatim/dhu'afa/berprestasi
3. Santuni banyak jompo dan dhu'afa
4. Membantu biaya pengobatan kaum dhu'afa
5. Pembangunan Pondok santri dan rumah kediaman ustadz.
6. Pembelian tanah wakaf untuk pengembangan pondok, mesjid dan lahan produktif.
7. Membantu renovasi rumah tidak layak huni
8. Memberikan pelatihan peningkatan hardskill dan softskill bagi remaja dan usia produktif
****. Khusus zakat, distribusinya sesuai dengan mustahiknya.
Mari kita investasikan harta terbaik kita di jalan yang terbaik pula. Mari kita turut serta dalam 1 langkah mencerdaskan anak bangsa mulai dari desa.
Semoga Alloh swt memberkahi kita semua.


 +++++++++++++++++++++++++++
Bank Mandiri atas nama "yayasan Al Kautsar 561" Norek: 131 00 10189498.
BCA KCP BTC 5140139230 atau
BNI cab ITB 0063788860, atau
BRI cab Polban 154901001010504
atas nama: Tati Susilawati dan mohon sisipkan berita atau konfirmasi ke 08122469045 / PIN 2293EA61.
Semoga Alloh menggantinya dengan yang jauh lebih baik&lebih banyak dan memudahkan semua urusan bapak/ibu ...aamiiin. Jazakallohu khoiron katsiron













Senin, 16 Juni 2014

Wisata Alquran

Oleh: H.Rifqi Fauzi,Lc.
Alumni Universitas Al-Azhar Kairo, Direktur Bidang Pendidikan Al Kautsar561

Pernahkah kita berpikir bagaimana kalau kita terlahir sebagai non muslim, misalkan terlahir dari keluarga Krsiten, Hindu atau Budha, akankah kita menjadi seorang Muslim?. Kemudian dari hampir 2 milyar penduduk muslim dunia, berapa persenkah dari mereka yang benar-benar percaya akan keislamannya dan juga Alquran sebagai kitab yang dijadikan pegangannya?. Jangan-jangan penyebab kebanyakan dari umat Islam yang tidak terlalu peduli dengan agamanya dan masih jarang yang benar-benar mengamalkan ajaran Islam, dikarenakan masih banyak diantara kita yang tidak benar-benar percaya bahwa Allah Swt. sebagai tuhannya dan juga Alquran sebagai firman Allah Swt.

Menurut penelitian bahwa jumlah agama dan kepercayaan yang ada di dunia mencapai kurang lebih 4.900 dan hanya sedikit saja dari manusia yang tidak mempercayai akan adanya tuhan, hal ini menunjukan bahwa fitrah manusia adalah membutuhkan agama dan juga membutuhkan dan mempercayai ada kekuatan diluar kemampuan dirinya (Tuhan). Namun dikarenakan tanpa bimbingan maka kebanyakan manusia mencari tuhan masing-masing berdasarkan pemikiran dirinya yang mengakibatkan manusia ada yang menyembah api, matahari, bintang bahkan menyembah yang tidak mempunyai energy sekalipun yaitu batu.

Untuk meluruskan pemahaman manusia yang secara kodrat membutuhkan dan meyakini ada kekuatan diluar dirinya maka Allah Swt. menurunkan para nabi dan Rasul-Nya untuk menuntun manusia kepada jalan yang benar. Salah satu cara Allah Swt membuat percaya akan Rasul-Nya adalah menurunkan Mukjizat yang secara bahasa berarti melemahkan yang tujuannya melemahkan kekuatan manusia dengan kekuatan Allah Swt yang lebih besar sehingga mereka beriman kepada Allah Swt. Namun masalahnya kita hidup pada zaman Rasul yang bisa langsung berinteraksi dan melihat langsung mukjizat yang diturunkan, oleh karenanya Allah Swt. menurunkan mukjizat pada nabi Muhammad Saw, sebagai nabi terakhir dan juga sebagai nabi untuk seluruh umat manusia di dunia, tidak mukjizat yang bersifat temporer tapi mukjizat yang abadi yaitu Alquran.

Dari dasar inilah kajian wisata Alquran terlahir, yang didalamnya akan dikaji mengenai kemukjizatan Alquran baik secara bahasa, ilmu pengetahuan dan juga tentunya sejarah-sejarah yang disebutkan dalam Alquran, dimana bahasan-bahasan tersebut merupakan yang paling banyak diulang-ulang dalam Alquran dikarenakan merupakan pondasi dalam mengenal Allah Swt. kajian ini dibahas tidak hanya ceramah tapi  melalui presentasi  audio visual sehingga lebih mudah dipahami.   



Kamis, 29 Mei 2014

Kasih Sayang Seorang Ibu

Assalamu'alaikum wr. wb.
Sahabat AK561 kali ini saya akan share sebuah artikel
Motivasi Islam Penyejuk Hati - Di Artikel kali ini, AK561 ingin berbagi kisah tentang KASIH SAYANG SEORAG IBU Selamat membaca dan menikmati.



Alkisah di sebuah desa ..

Ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya.
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi

Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Allah,
“Ya Allah tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap, Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung. pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa bersujud kepada Allah, “Ya Allah ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan.
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan .

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya

Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang

Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat

Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah.

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah, dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

yang bisa kita renungkan: ........

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.

Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu
karena mereka adalah sumber kasih Allah bagi kita di dunia ini

Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita..

"Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun... IBU"


Sumber: http://motivasiislamph.blogspot.com/

Selasa, 20 Mei 2014

Kumpulan Kata Bijak Islami

Asaalamu'alaikum Wr. Wb.
Siang sahabat AK561. Kali ini AK561 sharekan beberapa kata do'a dari Al-quran, dan kata bijak motivasi. moga bisa bermanfaat buat kita semua. Amin...


     








Senin, 19 Mei 2014

Tanah Wakaf Pondok Yatim dan Tanah Produktif

Bismillahirrohmanirrohim
Saat ini AlKautsar 561 sedang mengembangkan Pondok Pesantren. Alkautsar 561 belum memiliki pondok/asrama maupun kelas untuk belajar yg layak bagi anak-anak yatim/dhuafa. Sementara anak-anak tidur di 1 ruang/kamar bejejalan bersama ustadz2nya. Kadang juga tidur di dalam masjid. Sementara santri putri tidur di rumah ketua yayasan, dalam 1 kamar yang kecil, uyel-uyelan bersama lemari mereka.
Pondok yg sedang dibangun baru tahap fondasi. Proses pembangunan agak mandeg karena keterbatasan dana.
Lokasi untuk pondok ini sangat sempit pinggir sawah. Masih diperlukan perluasan Tanah, agar bangunan pondok memadai. Harga Tanah sudah mulai tinggi, Rp.80.000/m2. Saat ini ada yang mau menjualnya. Kebetulan Tanah tsb nempel/berbatasan dengan dg Tanah pondok. Tanah tersebut seluas 350m2.
Ada juga Tanah produktif yang belum lunas dibayar, yaitu Tanah kolam untuk pembesaran ikan untuk biaya anak-anak yg pengelolaannya akan melibatkan mereka, agar mereka belajar kemandirian dalam bentuk bisnis ikan. Tanah ini seluas 700 m2 seharga Rp.70.000/m2.
Mari kekalkan harta kita, untuk bekal sampai akhir nanti. Amal jariyah yang gak akan pernah using.
Bismillahi tawakkaltu'alalloh lahaula wala quwwata illa billah.
Jazakallohu khoiron katsiron

wassalam

Kolam Wakaf Produktif