Langsung ke konten utama

Amalan Pada 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Oleh : H. Aep Saepulloh Darusmanwiati MA.

Setelah pada postingan sebelumnya kita membahas keutamaan pada 10 Hari pertama di bulan Dzulhijjah, kali ini kita akan membahas amalan apasaja yang dapat dikerjakan. Tentunya apapun ibadah dan amal shaleh yang dapat dikerjakan didalamnya, pahalanya sangat istimewa dan luar biasa. Diantaranya adalah:

Pertama, berkurban bagi yang mampu. Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – “مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ, فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا” – رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ مَاجَه, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, لَكِنْ رَجَّحَ اَلْأَئِمَّةُ غَيْرُهُ وَقْفَه

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) dan tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah. Al Hakim menshahihkannya.

Waktu yang palin baik untuk memotong hewan qurban menurut seluruh ulama empat adzhab adalah pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah selesai shalat 'Id. Selain itu, bagi yang berniat untuk berkurban, tidak diperbolehkan baginya untuk memotong kuku, rambut, juga bulu-buluan yang ada pada tubuhnya. sejak tanggal 1 Dzulhijjah, sampai hewan kurbannya itu di sembelih.

Hal tersebut berdasarkan hadits yang  diriwayatkan oleh Ummu Salamah, isteri Rasulullah SAW berkata: "Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang mempunyai hewan untuk dikurbankan, maka apabila hilal bulan dzulhijjah telah masuk (maksudnya telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah), maka janganlah ia memotong rambut, dan kuku-kukunya sampai ia memotong hewan kurbannya.

Kedua, Imam Nawawi dalam sarahnya terhadap Shahih Muslim mengatakan: "puasa pada sembilan hari Dzulhijjah sangat dianjurkan ( sunnah muakkadah), terutama tanggal sembilannya, yaitu pada hari Arafah. Hal ini karena banyak hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan-keutamaan hari-hari dimaksud". setelah mengatakan demikian, Imam nawawi lalu menukil sebuah hadits shahih riwayat Imam Bukhari yang menjelaskan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dimaksud. sedangkan hadits yang diriwayatkan sayyidah Aisyah yaitu ia berkata: "Aku tidak pernah meliha Rasulullah saw berpuasa pada sembilan hjari pertama bulan dzulhijjah sedikitpun" (HR. Muslim). Imam Nawawi ketika menjelaskan hadits tersebut dalam kitabnya al-minhaj, mengatakan: "Hadits diatas termasuk hadits yang dapat dita'wil. Puas pada sembilan hari pertama bulan Dulhijjah bukanlah sesuatu yang makruh, akan tetapi sunnah yang sangat ditekankan, terutama tanggal sembolan Dulhijjah, yaitu hari Arafah. Telah disebutka hadits-hadits yang menjelaskan keutamaannya. bahkan dalam shahih Bukhari juga disebutkan , bahwasannya rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada hari-hari dimana amal shaleh yang dilakukan didalamnya lebih utama, selain amal-amal shaleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah."

Hal tersebut diperkuat juga dengan hadits Hunaidah binti khalid dari istrinya, dari sebagian istri-istri Rasulullah SAW yang mengatakn bahwa Rasulullah SAW senantiasa berpuasa pada sembilan haeri pertama bulan Dzulhijjah, hari Asyura (tanggal 10 Muharram), tiga hari setiap bulan, dan puasa setiap hari Senin dan Kamis setiap bulannya. Hadits inui diriwayatkan opleh Imam Abu Daud, Ahmad dan Nasai. Redaksi diatas merupakan redaksi Abu Daud."

Ketiga, Membaca takbir (Allohu Akbar), tahlil (la ilaha illalloh), tahmid (alhamdulillah)) juga dzikir lainnya.

kalimat takbir ini lebih ditekankan lagi untuk dibaca setiap kali selesai shalat wajib sebanyak tiga kali, sejak setelah shalat Shubuh dari hari Arafah (tanggal 09 Dzulhijjah) sampai setelah shalat Ashar pada tanggal 13 Dzulhijjah (akhir hari tasyrik).

Keempat, melakukan ibadah-ibadah lainnya seperti shalat tahajud, sedekah, memperbanyak shalat sunnat baik rawatib maupun non rawatib, membaca al-Qur'an, membantu dan menolong sesama, juga amal-amal shaleh lainnya.

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari  telah disebutkan tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, Ibnu Rajab al-Hambalidalam al-Lathaif " Apabila amal shaleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini lebih utama dan lebih dicintai oleh Allah dari hari-hari lainnya dalam seluruh tahun, maka amal shaleh apapun yang dikerjakan didalamnya - sekalipun amal shaleh tersebut biasa - lebih utama dari amal-amal shaleh lainnya yang dikerjakan pada hari-hari lain, sekalipun amal tersebut utama". Selanjutnya dalam kesempatan lain ibnu Rajab mengatakan , "Ini menunjukkan bahwa amal shaleh biasa yang dilakukan pada waktu istimewa akan menyamai (pahala) amal shaleh utama yang dikerjakan pada hari-hari bulan biasa. Bahka, dilebihkan dengan dilipatgandakan pahala dan balasannya". Wallahu A`lam bi-shawab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Free Download MP3 Murottal Al-quran Per Juz

Sahabat AK561 Kali ini admin ingin berbagi Murottal Al-quran Per Juz yang di lantunkan oleh Sheikh Emad Bin Muhammad Al Mansary  Cocok buat muroja'ah atau buat didengarkan diperjalanan dan di rumah. Bisa di putar streaming atau download Mudah-mudahan bermanfaat untuk sahabat semua : Surah  Al Fatihah Download.mp3 Murottal  Juz 1 (الجزء ١) Download.mp 3 Murottal Juz 2 (الجزء ٢) Download.mp3 Murottal  Juz 3 (الجزء ٣)   Download.mp3 Murottal  Juz 4 (الجزء ٤)   Download.mp3 Murottal  Juz 5 (الجزء ٥) Download.mp3 Murottal  Juz 6 (الجزء ٦)   Download.mp3 Murottal  Juz 7 (الجزء ٧) Download.mp 3 Murottal  Juz 8 (الجزء ٨) Download.mp3 Murottal  Juz 9 (الجزء ٩) Download.mp3 Murottal  Juz 10 (الجزء ١٠) Download.mp3  Murottal  Juz 11  (لجزء ١١) Download.mp3 Murottal  Juz 12 (الجزء ١٢) Download.mp3 Murottal  Juz 13 (الجزء ١٣)   Download.mp3 Murottal  Juz 14 (الجزء ١٤) Download.mp3 Murottal  Juz 15 (الجزء ١٥)   Download.mp3 Murottal  Juz 16 (الجزء ١٦) Download.mp3

Wujudkan Pesantren Yatim Penghafal Quran

  *. Rp.20.000, UNTUK* *. PEMBANGUNAN PESANTREN* *. TAHFIZH ALKAUTSAR561* Bismillah Yayasan/Pesantren Alkautsar561 sejak tahun 2011 mendidik anak yatim dan dhuafa. Dulu anak-anak sekolah di luar yayasan sehingga dirasakan kurang efektif karena waktunya banyak dipakai perjalanan Pesantren-Sekolah pulang pergi. Tiba di pesantren sudah lelah, dipaksa mengaji pun kurang maksimal. Total santri saat ini hampir 200an dan untuk tahun 2018 sudah mulai banyak pendaftar dan berencana menerima 200an santri. Target santri tahun 2025: 5.000 santri, tahun 2035: 10.000 santri penghafal Alquran. Tahun 2017 ini yayasan mulai membuka SMP, sehingga santri bisa belajar lebih optimal, hasilnya sangat signifikan dibanding dulu. Hasil tersebut harus dipertahankan bahkan ditingkatkan, namun sayang yayasan mempunyai keterbatasan tempat *mesjid, asrama, kelas, klinik dan aula* semua diperlukan di thn 2018 yad. Untuk itu kami mengajak sahabat semua untuk gotongroyong membangun fasilitas-fasilitas

Profile Yayasan

Profil Yayasan Al-Kautsar561 Tentang Kami Yayasan Al-Kautsar561 terlahir dari keprihatinan terhadap kaum dhu’afa Indonesia. Banyak sekali anak-anak yang putus sekolah ataupun masih sekolah namun terancam putus, mereka dalam kondisi sangat kekurangan, tidak mampu beli buku, pakaian yang sudah lusuh, tidak mampu beli sepatu, tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik karena pagi tidak ada buat sarapan dan banyak hal lainnya yang membuat anak-anak dhu’afa Indonesia tidak berprestasi. Sejak berdiri tahun 2011, Yayasan Al - Kautsar561 mengasuh dan menyantuni beberapa anak yatim/dhu’afa dari desa setempat dan desa sekitarnya ,  bahkan mulai tahun 2015 berkembang , Santri dan Mahasantri berasal dari berbagai pelosok propinsi di Indonesia , diantaranya: Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Garut, Bandung, Majalengka, Indramayu, Bekasi, Tanggerang, Purwakarta, Banten, Solo, Pemalang, Riau, Lampung, Bengkulu, Sambas (Kalimantan Barat), Landak (Kalimantan Barat), Mamuju (Sul