Berbagi Kebahagiaan Dengan Yatim dan Du'afa

Mari kita berbagi kebahagiaan dengan para santri yatim dan du'afa penghafal quran, kita bantu wujudkan cita-cita mereka menjadi ilmuan yang hafal Alquran

Program Orang Tua Asuh

Hanya dengan menyisihkan min 20K anda sudah menjadi orang tua asuh para santri yatim du'afa penghafal Al-quran

YAYASAN YATIM & DU’AFA ALKAUTSAR 561, MENERIMA PENYALURAN ZAKAT, INFAQ, WAKAF DAN SHODAQOH

Minggu, 19 Februari 2023

Akhlaqul Karimah Bab Mengingat Allah

 


Apa makna dzikir ?

    Dzikir artinya mengingat Allah Ta’ala dengan banyak menyebut nama-Nya, baik secara lisan maupun di dalam hati. Contohnya adalah banyak menyebut kalimat: Subhanallahi wa bi hamdihi subhanallahil ‘adzim.

    Dua kalimat di atas disebut oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai kalimat yang ringan di ucapkan oleh lisan tapi sangat berat timbangannya dan sangat dicintai oleh Allah Ta’ala.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ فِي الِّلسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ مَحْبُوْبَتَانِ إِلىَ الرَّحْمَنِ : سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ العَظِيْمِ

“Dua kalimat yang begitu ringan diucapkan di lisan namun sangat berat di Mizan (timbangan amal di akhirat), serta dangat disukai oleh (Allah) Ar-Rahman (yang Maha Pengasih), adalah ucapan: Subhanallahi wabihamdihi subhanallahil adzim”.  (HR. Bukhari dan Muslim).


    Berdzikir juga bisa diartikan sebagai sikap selalu mengingat Allah Ta’ala dalam berbagai keadaan; selalu merasa dilihat dan diawasi segala gerak-geriknya oleh Allah Ta’ala. Sehingga kapanpun dan dimana ia berada,  tidak akan berani melakukan hal yang dilarang oleh-Nya. Inilah makna dzikir kepada Allah.

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ قِيَامًا وَقُعُوْدًا وَعَلىَ جُنُوْبٍهٍمْ

“(Yaitu) Mereka yang berdzikir (mengingat) kepada Allah saat berdiri, duduk dan saat berbaring”. (QS. Ali Imran, 3: 191)

Bagaimana perintah berdzikir ?

Dalil tentang kewajiban berdzikir diantaranya disebutkan  dalam beberapa firman Allah Ta’ala berikut ini:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

“Maka ingatlah kepada-Ku niscaya Aku akan ingat kepadamu” (QS. Al-Baqarah, 2: 152)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا.

“Wahai orang-orang yang beriman berdzikirlah kamu kepada Allah dengan dzikir yang banyak dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang”. (QS. Al-Ahzab, 33: 41-42)

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Dan orang-orang yang berdzikir laki-laki dan berdzikir dari wanita maka Allah siapkan bagi mereka ampunan dan ganjaran yang besar”. (QS. Al-Ahzab, 33: 35)

وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

“Dan berdzikirlah kepada Tuhanmu dengan banyak dan bertasbihlah pada waktu pagi dan petang”. (QS. Ali Imran, 3: 41)

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ

“Mereka yang berdzikir kepada Allah pada saat berdiri, duduk dan berbaring”. (QS. Ali Imran, 3: 191)

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا

“Maka jika kalian telah selesai menunaikan ibadah kalian maka berdzikirlah kepada Allah sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang tua kalian (sebelumnya) atau lebih banyak dzikirnya (dari mereka)”. (QS. Al-Baqarah, 2: 200)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ

“Wahai orang-orang yang beriman janganlah harta dan anak-anak kamu membuat kamu lalai dari berdzikir kepada Allah”. (QS. Al-Munafiqun, 63: 9)

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan berdzikirlah kepada Tuhanmu dalam diri kamu dengan penuh ketundukan dan rasa takut dan tanpa dikeraskan dari ucapan (tersebut) pada saat pagi dan petang dan janganlah kemu menjadi orang yang lalai”. (QS. Al-A’raf, 7: 205)

Bagaimana adab-adab berdzikir?

●       Dilakukan dengan penuh khusyu’ dan khidmat.

●      Hendaknya menggunakan bacaan yang ma’tsur baik ayat ataupun hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

●       Tidak dilakukan dengan tergesa-gesa dan cepat.

●       Sebaiknya dalam keadaan (bersuci) berwudlu

●       Memulai dengan tahmid, tasbih dan tahlil kemudian shalawat nabi.

●       Dilakukan dengan suara yang tidak keras dan tidak terlalu pelan.

 


Apa keutamaan berdzikir ?

Allah Ta’ala dalam surat Ar-Ra’ad (13) ayat 28 menyebutkan bahwa dzikir dapat memberikan ketenangan dan ketentraman pada hati dan jiwa manusia,

أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah bahwasanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tentram”

Adapun keutamaan dzikir yang disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut :

●       Orang yang berdzikir hatinya selalu hidup

عَنْ أَبِي مُوْسَى الأَشْعَرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مِثْلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ » . متفق عليه .

وَلَفْظُ مُسْلِمٍ : « مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يَذْكُرُ اللهَ فِيْهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لاَ يَذْكُرُ اللهَ فِيْهِ مِثْلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ » . رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu berkata: “Nabi saw bersabda: ‘Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dan yang mati’”. (Muttafaqun alaih). Dan dalam lafadz riwayat imam Muslim: “Perumpaan rumah yang di dalamnya berdzikir kepada Allah dan rumah yang didalamnya tidak berdzikir kepada Allah adalah seperti orang hidup dan orang yang mati”.

●       Orang yang berdzikir akan mendapat naungan dan rahmat dari Allah

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : « لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ » . رواه مسلم

Dan dari Abu Hurairah dan Abu Said radhiyallahu ‘anhuma, bahwa keduanya menyaksikan bahwa Nabi saw telah bersabda: “Tidaklah duduk suatu kaum yang berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat akan mengelillingi mereka, rahmat meliputi mereka dan turun ketenangan atas mereka, dan Allah akan selalu menyebutnya pada siapa yang ada disisi-Nya”. (HR. Muslim)

●       Amalan yang dapat meneguhkan jiwa dan diri

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بَسْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : « أَنَّ رَجُلاً قَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ! إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ ، فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ . قَالَ : لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رُطَبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ » . رواه الترمذي وابن ماجه

Dari Abdullah bin Basar radhiyallahu ‘anhu: “Bahwa seseorang berkata kepada Rasul, wahai Rasulullah! Sesunggunya syariat Islam telah banyak atasku, beritahukan kepadaku apa yang harus saya pegang teguh dengannya. Beliau bersabda : “Hendaknya lisanmu selalu basah dari berdzikir kepada Allah”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 

●       Allah membanggakannya dihadapan para malaikat

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ خَرَجَ مُعَاوِيَةُ عَلَى حَلْقَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ مَا أَجْلَسَكُمْ قَالُوا جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ قَالَ آللَّهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ قَالُوا وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ وَمَا كَانَ أَحَدٌ بِمَنْزِلَتِي مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَلَّ عَنْهُ حَدِيثًا مِنِّي وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ مَا أَجْلَسَكُمْ قَالُوا جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ وَنَحْمَدُهُ عَلَى مَا هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ وَمَنَّ بِهِ عَلَيْنَا قَالَ آللَّهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ قَالُوا وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ وَلَكِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَخْبَرَنِي أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلَائِكَةَ

Dari Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata: “Mu’awiyah keluar menemui satu halaqah (kelompok orang yang duduk berkeliling) di dalam masjid, lalu dia bertanya, ‘Apa yang menyebabkan engkau duduk?’ Mereka menjawab, ‘Kami duduk berdzikir kepada Allah.’ Dia bertanya lagi, ‘Demi, Allah. Tidak ada yang menyebabkan engkau duduk, kecuali hanya itu?’ Mereka menjawab, ‘Demi, Allah. Tidak ada yang menyebabkan kami duduk, kecuali hanya itu?’ Dia berkata, ’Sesungguhnya aku tidaklah meminta engkau bersumpah karena sangkaan (bohong, Pent.) kepadamu. Tidaklah ada seorangpun yang memiliki kedudukan seperti aku dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lebih sedikit haditsnya dariku. Dan sesungguhnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar menemui satu halaqah dari para sahabat beliau. Kemudian beliau bertanya,’Apa yang menyebabkan engkau duduk?’.” Mereka menjawab, ‘Kami duduk berdzikir kepada Allah.’ Beliau bertanya lagi, ‘Demi, Allah. Tidak ada yang menyebabkan engkau duduk, kecuali hanya itu?’ Mereka menjawab, ‘Demi, Allah. Tidak ada yang menyebabkan kami duduk, kecuali hanya itu?’ Beliau bersabda, ’Sesungguhnya, aku tidaklah meminta engkau bersumpah karena sangkaan (bohong, Pent) kepadamu. Akan tetapi Jibril telah mendatangiku, lalu memberitahukan kepadaku, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala membanggakanmu kepada para malaikat.’” (HR Muslim)



●       Allah akan mengingat melebihi orang yang mengingat-Nya

 

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٌ مِنْهُ » . رواه البخاري ومسلم.

Dari abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Allah Azza wa Jalla berfirman: ‘Aku berada menurut dugaan

hamba-Ku, dan Aku bersamanya jika berdzikir kepada-Ku, jika dia berdzikir dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika dia berdzikir didalam sekelompok orang maka Aku akan mengingatnya disekelompok yang lebih baik dari mereka”. (HR. Bukhari dan Muslim)

●       Ibadah yang paling baik, paling suci dan paling tinggi derajatnya disisi Allah.

 

وَعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ ، وَأَرْفَعَهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرَقِ ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تُلْقُوا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ ؟ قَالُوا : بَلَى ، قَالَ : ذِكْرُ اللهِ تَعَالَى » . رواه الترمذي وابن ماجه. الْوَرَقُ : الْفِضَّةُ .

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah bersabda: ‘Maukah aku beritahukan sebaik-baik perbuatan, lebih bersih dan suci dihapan Tuhan kalian dan lebih tinggi derajatnya, dan lebih baik dari berinfaq dengan emas dan perak, bahkan lebih baik dari kalian berjumpa dengan musuh lalu kalian penggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian (syahid)?’ Mereka berkata: ‘Tentu!’ Nabi bersabda : ‘Dzikir kepada Allah”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 



Kamis, 16 Februari 2023

Kenapa harus sabar terlebih saat emosi ?

 


Tasikmalaya– Marah adalah emosi normal yang dimiliki oleh semua orang. Sama seperti perasaan cemas atau stres, marah juga dapat memberi manfaat baik bila diekspresikan dengan cara yang sehat dan cepat dikendalikan. Faktanya, marah dapat membantu beberapa orang untuk berpikir lebih rasional. 

Namun, episode kemarahan yang tidak sehat, seperti keseringan marah, menahan amarah untuk waktu yang lama atau melampiaskan amarah dengan meledak-ledak, bisa menyebabkan dampak buruk, tidak hanya pada hubungan dan kehidupan pribadi kamu, tapi juga kesehatan secara keseluruhan. Bila kamu sering marah-marah, ketahui dampak negatif untuk kesehatan, yaitu:

1.Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Sering marah-marah dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung kamu. Kemarahan memicu perubahan fisiologis yang memengaruhi darah kamu, sehingga dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau masalah terkait untuk sementara. Dilansir dari Harvard Health Publishing, penelitian menunjukkan bahwa dalam dua jam setelah ledakan amarah, seseorang berisiko lebih tinggi mengalami nyeri dada (angina), serangan jantung, atau risiko irama jantung.

Hal ini karena kemarahan menyebabkan keluarnya hormon stres seperti adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah naik. Kemarahan juga membuat darah kamu lebih mungkin menggumpal, yang sangat berbahaya bila arteri kamu menyempit oleh plak yang mengandung kolesterol.

Maka, cara untuk melindungi jantung kamu, yaitu dengan identifikasi dan atasi perasaan kamu sebelum kehilangan kendali. Menurut Chris Aiken, MD, instruktur psikiatri klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Wake Forest, kemarahan yang diekspresikan dengan cara yang sehat, yaitu membicarakannya secara langsung pada orang yang membuat kamu marah dan menangani frustasi dengan cara memecahkan masalah tidak akan menyebabkan penyakit jantung.



2.Meningkatkan Risiko Stroke

Bila kamu sering marah-marah, sebaiknya hati-hati sebab juga berisiko mengalami stroke. Kondisi ini terjadi akibat bekuan darah ke otak atau pendarahan di dalam otak naik menjadi lebih tinggi setelah ledakan amarah. Bagi orang yang sudah memiliki aneurisma di salah satu arteri otak, risiko aneurisma untuk pecah menjadi enam kali lebih tinggi setelah ledakan amarah.

Kabar baiknya, kamu dapat belajar mengendalikan amarah dengan cara mengidentifikasi pemicu kemarahan kamu dan mencari cara untuk mengubah respons kamu. Saat kamu ingin marah, coba bernapas dalam-dalam, komunikasikan secara tegas, atau tinggalkan pemicu kemarahan tersebut.

3.Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kamu yang sering marah-marah mungkin juga akan lebih mudah jatuh sakit. Para ilmuwan di Universitas Harvard menemukan pada orang sehat, bahwa hanya meminta mereka untuk mengingat pengalaman marah dari masa lalu, dapat menyebabkan penurunan selama enam jam dalam kadar antibodi imunoglobulin A, yaitu garis pertahanan pertama sel melawan infeksi.

Jadi, bila tidak mau mudah sakit, carilah beberapa strategi yang efektif untuk menanggulangi kemarahan kamu. Contohnya, alih-alih marah, kamu bisa mengkomunikasikan secara tegas, memecahkan masalah dengan cara lain yang lebih efektif, menggunakan humor, dan lain-lain. 

4.Memperburuk Kecemasan

Bila kamu memiliki gangguan kecemasan, penting untuk diperhatikan bahwa kecemasan dan kemarahan sering berjalan beriringan. Studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam jurnal Cognitive Behavior Therapy menemukan, kemarahan dapat memperburuk gejala gangguan kecemasan umum, suatu kondisi yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan dan tidak terkendali yang mengganggu kehidupan sehari-hari pengidapnya.

5.Menyebabkan Depresi

Ditemukan adanya kaitan antara depresi dengan agresi dan ledakan amarah, terutama pada pria. Orang yang mengalami depresi sering menunjukkan kemarahan pasif, yaitu cenderung menyimpan amarah mereka daripada mengambil tindakan.

Bagi kamu yang sedang berjuang melawan depresi bercampur amarah, kamu dianjurkan untuk menyibukkan diri dan berhenti berpikir terlalu banyak. Berbagai aktivitas seperti bersepeda, bermain golf, atau menyulam dapat menjadi obat yang baik untuk mengatasi kemarahan. Aktivitas tersebut cenderung mengisi pikiran kamu sepenuhnya, sehingga tidak ada lagi ruang yang tersisa untuk kemarahan.

6.Merusak Paru-Paru

Meskipun kamu bukan seorang perokok, kamu tetap bisa merusak paru-paru bila kamu sering marah-marah. Berdasarkan hasil penelitian sekelompok ilmuwan Universitas Harvard terhadap 670 pria selama 8 tahun, pria yang keseringan marah memiliki kapasitas paru-paru yang memburuk secara signifikan yang meningkatkan risiko mereka mengalami masalah pernapasan. Para peneliti juga berpendapat bahwa peningkatan hormon stres saat marah dapat menciptakan peradangan di saluran udara.

Dengan itu penting sabar yang dilatih untuk mengontrol emosi kita sebagaiman sabda nabi muhammad S.A.W " Barangsiapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bisa bersabar dan tidak ada seorang pun yang dianugerahi sesuatu yang melebihi kesabaran." (HR Bukhari No 1469).

Semoga bermanfaat 

📙: Menebar kebaikan menuju keberkahan bersama Al-Kautsar 561



Repost From : Bahaya marah ( Halodoc )


Rabu, 15 Februari 2023

SMP QSBS Melaksanakan LDKS

 

SMP QSBS Melaksanakan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa)

Rabu, 15 Februari 2023 ~ Oleh Admin QSBS ~

Kab. Tasikmalaya - SMP QSBS kembali melaksanakan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) pada hari Sabtu, 28 Januari 2023. Aula Gedung Al-Quddus. Jumlah seluruh peserta LDKS sebanyak 156 peserta dari berbagai kelas VII dan VIII SMP.

Kegiatan ini berlangsung ke dalam beberapa tahap. Sebagai rangkaian acara pemilihan pengurus OSIS untuk periode 2023/2024 di antaranya ada LDKS, Pemilihan Calon Ketua OSIS, Wawancara, dan Upacara Pelantikan.

Kegiatan ini diadakan bertujuan untuk melatih skill kepemimpinan mereka ketika dihadapi dalam berbagai situasi organisasi di sekolah serta dengan menerapkan sikap tanggung jawab dalam menyelesaikan masalah dengan baik.


Pemateri dalam kegiatan ini yakni guru-guru QSBS yang terdiri dari: Encep Denih, S.Pd., Dani, S.Pd., dan Intan Permatasari, S.Pd. Seluruh pemateri merupakan kepala sekolah dan guru SMP QSBS yang sudah berpengalaman dalam organisasi. Materi yang disampaikan kepada seluruh peserta didik tentang “Siap Dipimpin dan Siap Memimpin” yang sampaikan oleh Encep Denih, S.Pd., “Perencanaan Organisasi” yang disampaikan oleh Dani, S. Pd., terakhir “Problem Solving & Focus Group Discussion”, yang disampaikan oleh Intan Permatasari, S.Pd.



“Harapan dilaksanakan kegiatan ini semoga kedepannya OSIS SMP QSBS dapat senantiasa berkontribusi lebih untuk kemajuan sekolah, serta dengan adanya rangkaian kegiatan seperti LDKS ini dapat menumbuhkan sikap tanggung jawab yang besar”, ujar Andi Muhamad Maulana, S.Pd. selaku pembina OSIS SMP.

SANTUNAN SOSIAL YAYASAN AL-KAUTSAR 561

 


    Alhamdulillah dengan segala puja syukur Rahmat Allah, amanah bulan Februari dari donatur untuk Jompo dan Dhuafa sudah tersalurkan dengan baik oleh Tim Sosial Yayasan Al-Kautsar 561.

    Santunan yang diberikan kepada saudara-saudara kita yang benar benar membutuhkannya berupa kebutuhan Primer seperti beras, minyak, telur dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. Semoga dari apa yang diberikan menjadi sebuah kemanfaatan untuk kita dan mereka para Dhuafa/ jompo, serta menjadi salah satu wasilah untuk mendapatkan Rahmat dan Ridho Allah S.W.T dan juga menjadi kelancaran untuk para Donatur dalam bisnisnya serta amalannya diterima oleh Allah Azzawajalla.

    Kami ucapkan Jazakumullah Bikhorin Jadza kepada seluruh donatur atas apa yang diberikan untuk kaum Dhuafa dan Jompo yang mempercayakan hal tersebut melalui kami, semoaga Allah gantikan apa yang dikeluarkan dijalan Allah ini dengan sebaik baik pengganti didunia dan akhirat. Aamiin

    Rosulullah S.A.W bersabda : 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : « مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ » رواه مسلم

Artinya :

    Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang membantu seorang muslim (dalam) suatu kesusahan di dunia maka Allah akan menolongnya dalam kesusahan pada hari kiamat, dan barangsiapa yang meringankan (beban) seorang muslim yang sedang kesulitan maka Allah akan meringankan (bebannya) di dunia dan akhirat”. HR. Muslim

    Bagi sahabat-sahabat sekalian yang hendak menyisihkan hartanya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan bisa berdonasi melalui :

🍀MANDIRI norek 1310010189498.
🍀BRI Norek 010001011057531
🍀BSI (ex. BNIS Norek 5610005613
🍀BSI Norek 7104859733
An. Yayasan Al Kautsar 561
BCA an Tati Susilawati 5140139230.
Konfirm ke WA/SMS ke:
Tati Susilawati- (08122469045).
Seno (082113636569).
Jazakumullohu khoyron
🥗🥗🥗
Alamat: pesantren alkautsar561
Jagabaya-Rajadatu-Cineam-Tasikmalaya 46198.
=========================
🍓mohon bantu share informasi ini seluas-luasnya kepada saudara Muslim yang lain🍓
=========================

Follow akun sosial kami :

Instagram : Yayasanalkautsar 561

Tiktok       : Yayasanalkautsar561

YouTube   : https://www.youtube.com/@alkautsar561
































Minggu, 12 Februari 2023

MENCINTAI ALLAH ﷻ


Apa yang dimaksud mencintai Allah SWT?

Cinta kepada Allah berarti menempatkan Allah di lubuk hati dengan khidmat. Bukti nyata dari mencintai Allah adalah dengan melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Cinta kepada Allah adalah selalu menjadikan Allah sebagai dasar atas segalanya.

Apa ciri mencintai Allah?

    Orang yang sungguh cinta pada Allah akan bersegera dalam melakukan kebaikan, tidak menunda-nunda apalagi menangguhkan perbuatan baik. Jika kita masih suka mengulur-ulur waktu untuk perbuatan yang baik dan mulia, maka itulah tanda bahwa kita belum benar-benar mencintai Allah.

    Mencintai Allah adalah merasa kasih dan cinta yang tulus dan dalam terhadap Allah. Dalam agama Islam, mencintai Allah merupakan salah satu prinsip dasar yang dianggap sangat penting. Mencintai Allah berarti mempercayai dan memahami bahwa Allah adalah Tuhan yang satu-satunya, menghargai dan menghormati-Nya, serta melakukan apa yang telah diperintahkan oleh-Nya. Mencintai Allah juga berarti mengabdikan diri kepada-Nya, mengikuti ajaran-Nya, dan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan-Nya.

    Orang beriman akan sangat besar cintanya kepada Allah dan pasti lebih besar dari apapun selain diri-Nya sebagaimana firman-Nya :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِ ۙوَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَۙ اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ ١٦٥

Artinya :

"Di antara manusia ada yang menjadikan (sesuatu) selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi-Nya) yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat cinta mereka kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat keras azab-Nya, (niscaya mereka menyesal)."

Apa hikmah dari mencintai Allah?

Mencintai Allah memiliki banyak manfaat atau hikmah bagi kehidupan seseorang. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mencintai Allah dapat membantu seseorang untuk lebih bahagia dalam hidupnya dan memberikan tujuan yang jelas bagi kehidupannya.
  2. Mencintai Allah dapat membantu seseorang untuk lebih dekat dengan-Nya, sehingga dapat merasakan kehadiran-Nya dalam kehidupannya.
  3. Mencintai Allah dapat membantu seseorang untuk lebih memahami dan menghargai ajaran-ajaran agama yang diberikan oleh-Nya, sehingga dapat menjadi lebih baik dalam kehidupannya.
  4. Allah mencintai kita bukan berarti Allah tidak pernah memberikan cobaan atau ujian dalam hidup kita. Cobaan dan ujian tersebut diperlukan untuk membantu kita menjadi lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih dekat kepada Allah. Namun, Allah selalu memberikan pertolongan dan bimbingan kepada kita selama kita mau meminta pertolongan dan bimbingan kepada-Nya. 
  5. Allah memberikan cobaan berat kepada Nabi Ayyub a.s selama hidupnya. Tidak berarti Allah tidak cinta kepada Nabi Ayyub a.s. Demikian juga ketika Allah menguji Nabi Ibrahim, Nabi Yusuf, Nabi Isa dan tentunya Rasulullah s.a.w dengan berbagai penderitaan yang semuanya bisa dilalui dengan sabar. 
  6. Allah juga selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat dan meminta ampunan atas segala kesalahan yang telah kita lakukan. Hal ini merupakan tanda kasih sayang Allah terhadap kita, karena dengan bertaubat dan meminta ampun, kita dapat menjadi lebih baik dan lebih dekat kepada Allah. 
  7. Jadi, mencintai Allah bukan berarti kita tidak pernah mengalami cobaan atau ujian dalam hidup. Namun, dengan mencintai Allah, kita akan lebih mampu menghadapi cobaan dan ujian dengan lebih kuat, bijaksana, dan dekat kepada Allah.
  8. Mencintai Allah tercermin dari cintanya kita kepada saudara2 mukmin melebihi kita sendiri. Seperti cintanya sahabat Anshar kepada sahabat Muhajjirin sebagaimana firman Allah ﷻ :

    وَالَّذِيْنَ تَبَوَّءُو الدَّارَ وَالْاِيْمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّوْنَ مَنْ هَاجَرَ اِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُوْنَ فِيْ صُدُوْرِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ اُوْتُوْا وَيُؤْثِرُوْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۗوَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَۚ ٩

 Artinya : "Orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota (Madinah) dan beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin) mencintai orang yang berhijrah ke (tempat) mereka. Mereka tidak mendapatkan keinginan di dalam hatinya terhadap apa yang diberikan (kepada Muhajirin). Mereka mengutamakan (Muhajirin) daripada dirinya sendiri meskipun mempunyai keperluan yang mendesak. Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran itulah orang-orang yang beruntung."