Berbagi Kebahagiaan Dengan Yatim dan Du'afa

Mari kita berbagi kebahagiaan dengan para santri yatim dan du'afa penghafal quran, kita bantu wujudkan cita-cita mereka menjadi ilmuan yang hafal Alquran

Program Orang Tua Asuh

Hanya dengan menyisihkan min 20K anda sudah menjadi orang tua asuh para santri yatim du'afa penghafal Al-quran

YAYASAN YATIM & DU’AFA ALKAUTSAR 561, MENERIMA PENYALURAN ZAKAT, INFAQ, WAKAF DAN SHODAQOH

Kamis, 23 Oktober 2014

Kumpulan Kata Mutiara Quran dan Hadits






“Infaqkanlah hartamu, janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah 
akan menghilangkan barokah rizqi tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.(HR. Bukhari no.1433)





Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" 
(Al-munafiqyn: 10)











“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus (dilakukan) meskipun sedikit.” Al Qasim berkata; Dan Aisyah, bila ia mengerjakan suatu amalan, maka ia akan menekuninya.”

(HR Muslim)












Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-quran dan mengajarkannya
(H.R Bukhori)











Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari, Shahih Bukhari, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy: 5304)





Minggu, 19 Oktober 2014

Solusi Sosial dan Solusi Bencana LAZ Istana Zakat 561

Salahsatu program LAZ Istana Zakat561 adalah 'Solusi Sosial' & 'Solusi Bencana' . Kami membentuk kelompok pemuda yang siap terjun jika ada bencana atau kegiatan sosial lainnya. Kelompok pemuda binaan Babinsa ini siap turun lapangan untuk membantu kegiatan social yayasan Alkautsar561 yang berupa mendistribusikan santunan untuk jompo/dhu'afa/yatim, perbaikan rumah tidak layak huni(rutilahu) dan mengevakuasi korban bencana dan menyampaikan bantuan untuk korban, dll.










Kamis, 16 Oktober 2014

Keutamaan Hari Jum’at

Keutamaan Hari Jum’at
Oleh: Rifqi Fauzi 
(Penulis Al-quran Tematis (Mizan, 2012) dan Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo Mesir)

Ditengah masyarakat kita bahkan di dunia barat sekalipun hari Jum’at lebih dikenal dengan keangkeran dan kemistisannya daripada keutamaanya. Dalam kepercayaan masyarakat kita, Jumat Kliwon merupakan hari sangat angker dan mistis di dunia barat juga dikenal Friday the 13th sebagai hari yang sama dipercayai sebagai suatu yang mistis. Padahal dalam ajaran Islam hari jumat justru sebaliknya, Islam sangat memuliakannya bahkan hari tersebut merupakan hari raya mingguan bagi umat Islam.

Jum’at adalah salah satu nama hari dalam sepekan, penamaan hari ini digunakan padamulanya oleh bangsa-bangsa arab, yang selanjutnya juga digunakan oleh negara-negara yang menganut Islam cukup besar salah satunya adalah Indonesia. Pada masa jahiliah, masyarakatnya menamakannya hari Jum’at dengan sebutan al-‘arubah yang mempunyai arti rahmat.

Dalam bahasa arab, kata ju’mat berasal dari kata ( الْجَمْعُ/al-jam’u ) yang berarti mengumpulkan sesuatu yang terpencar, menurut al-qamus al-muhith merujuk para ahli qiraat, cara membacanya ada tiga: dengan didhammah huruf mimnya (اْلجُمُعَة/ al-jumu`atu), difathahkan mimnya (اْلجُمَعَة/ al-juma`atu) atau disukunkan mimnya (اْلجُمْعَة/ aljum`atu).
Adapun tentang alasan dinamakan hari Jum’at, para ulama berbeda pendapat, dalam Fathul Bari, Al-Hafizh ibnu Hajar  telah menyebutkan pendapat-pendapat ulama tersebut, lalu menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa dinamakan hari Jum’at karena penciptaan nabi Adam As. terjadi pada hari tersebut.

Landasan pendapat ini, adalah hadits Salman Al-farisi radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Saw., berkata kepadanya, “Wahai Salman, apa itu hari Jum’at?”. Salman menjawab, “Allah Swt. dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”, nabi Saw. mengulangi pertanyaan tersebut sampai tiga kali, dan salman selalu menjawab dengan jawaban yang sama, lantas nabi Saw. mengatakan, “Wahai Salman, hari Jum’at terkumpul padanya penciptaan bapakmu atau bapak kalian. ”(H.R Ibnu khuzaimah)
Hadits tadi juga diperkuat dengan hadits lainnya, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “sebaik-baik hari yang terbit matahari pada waktu itu adalah hari jum’at. Pada hari itu adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan dari surga” (HR. Muslim)

Sedangkan profesor Wahbah Juhaily dalam kitabnya Tafsir Al-Munir mengutip dari tafsir Al-Ausi, menyebutkan bahwa penamaan hari Jum’at dikarenakan berkumpulnya manusia pada hari itu untuk melaksanakan sholat dan orang yang pertama yang menamakan hari jumat adalah Ka`ab Bin Luay.
Kenapa hari Jum’at menjadi hari spesial dan mempunyai keutamaan dibanding hari-hari yang lainnya? Pertama, hari Jum’at merupakan satu satunya hari yang dijadikan nama surah dalam Al-Qur’an hal ini tentunya menjadi pertanda keutamaan dan menjadikannya hari spesial untuk memperbanyak ibadah didalamnya selain tentunya kewajiban sholat Jum`at maka tidak salah Allah swt. Menjadikan hari Jum’at sebgai hari rayanya umat Islam, sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Wahai segenap kaum muslimin, sesungguhnya ini (hari Jum`at) adalah hari yang dijadikan oleh Allah Swt. sebagai hari raya bagi kalian.” (HR. Thabarani dan dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’).

Pada dasarnya Allah telah menjadikan Jum’at sebagai hari raya bukan saja bagi pengikut Nabi Muhammad  tapi juga memerintahkan kepada umat sebelumnya  yaitu umat nabi Musa As. dan nabi Isa As. untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya dalam beribadah  namun mereka menyelisihinya. Rasulullah saw. pernah menegaskan  dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah  beliau bersabda, “Kami adalah ummat yang paling akhir, namun paling pertama kelak di akhirat. Kita adalah ummat yang pertama kali akan masuk ke dalam surga, padahal ummat sebelumnya diberikan kitab sebelum kami. Kami diberikan kitab setelah mereka, namun mereka berselisih di dalamnya (maksudnya tentang hari jum’at sebagai hari khusus untuk beribadah). Allah lalu memberikan petunjuk kepada kita semua dari kebenaran yang mereka perdebatkan. Ini (hari jumat) adalah hari  yang diperdebatkan oleh mereka, dan allah telah memberikan petunjuknya kepada kita. Hari jum’at menjadi hari raya bagi kami, dan besoknya adalah hari raya bagi Yahudi, dan besoknya hari raya bagi Nashrani” (HR. Bukhari)

Ibnu hajar Al-Asqalani mengomentari hadits tersebut dalam kitabnya Fathul Bary, menurut beliau hadits diatas menunjukan bahwa dijadikannya hari Jum’at sebagai hari raya bagi umat Nabi Muhammad karena petunjuk Allah sedangkan Yahudi dan Nashrani memilih Sabtu dan Ahad berdasarkan ijtihad mereka yang keliru.

Pendapat Ibnu Hajar diatas berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang dikuipnya dalam kitab Fathul Bary, “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan hari Jum’at kepada kaum Yahudi (untuk dijadikan hari beribadah), namun mereka menolak. Mereka mengatakan: “Wahai Musa, sesungguhnya Allah pada hari Sabtu tidak menciptakan apapun, maka jadikanlah hari Sabtu itu sebagai hari raya bagi kami (sebagai ganti dari hari jum’at).

Nabi Musa pun lalu menjadikan Hari Sabtu sebagai hari raya bagi mereka”. (HR. Ibnu abi hatim) selanjutnya menurut Ibnu Hajar, sangat tidak aneh jika umat Yahudi menyelisihi perintah Allah Swt. karena dalam Al-quran karakteristik mereka adalah selalu menyelisi perintah Allah Swt
Kedua, menurut Rasulullah saw. yang menjadikan hari jum`at begitu spesial adalah dikarenakan pada hari tersebut nenek moyang pertama manusia yaitu Nabi Adam diciptakan dan pada hari tersebut juga Nabi Adam dimasukan ke surga untuk menjadi tempat tinggalnya begitupun dengan peristiwa pengusiran Nabi Adam dari surga dikarenakan gangguan syaitan juga terjadi hari Jum’at beliau bersabda, “Sebaik-baik hari yang terbit matahari pada waktu itu adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan dari surga” (HR. Muslim) 
Ketiga, Hari kiamatpun yang menjadi hari kehancuran alam semesta beserta isinya  juga terjadi pada hari Jum`at Rasulullah pernah bersabda, ”Tidak akan terjadi kiamat selain pada hari jum’at.” (HR. Muslim). Hal ini tentunya menjadi hikmah yang baik bagi umat Islam dengan terjadinya kiamat di hari Jum’at menandakan Allah menginginkan akhir peradaban manusia berakhir dalam kebaikandimana hari Jum’at merupakan hari di dalamnya diperintahkan umat Islam untuk memperbanyak amalan amalan ibadah dan menjauhi segala maksiat kepada Allah swt. dalam sebuah hadits Rasulullah saw. menyebutkan bahwa semua hewan menutup pendengarannya dari mulai pagi hingga terbenam matahari karena takut terjadinya kiamat kecuali jin dan manusia (HR. Abu daud) hadits tersebut menandakan bahwa hewan saja takut terjadinya kiamat maka apalagi manusia yang menanggung perintah untuk beribadah maka sudah selayaknya mempersiapkan diri menghadapi kiamat.
Keempat, Karena kemuliaannya hari Jum’at, jika ada umat Islam yang meninggal dihari tersebut  maka orang tersebut terbebas dari fitnah kubur karena tentunya masuk akal, bagi umat Islam  hari Jum’at menjadi hari yang mengharuskan umat Islam selalu dalam kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Tiada seorang muslim yang meninggal pada hari Jum’at atau malamnya kecuali Allah Subhanahu wata’ala akan menghindarkannya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr ).
Penulis Bisa Dihubungi Melalui Email: abu.nizhan@gmail.com/HP: 085295963599



Kamis, 09 Oktober 2014

Rencana Pembangunan Pondok Yatim dan Sekolahnya


SMP/SMA Sains Islam Terpadu (Boarding School).
Kami baru menerima sedikit santri. Itupun hanya untuk program program pesantrennya saja, dimana santri menginap di Pondok santri Al Kautsar 561 dan mengikuti program pesantren, sedangkan pada siang harinya mereka sekolah di sekolah formal di sekitar yayasan, karena Yayasan Al Kautsar 561 belum memiliki  sekolah formal sendiri karena tidak adanya fasilitas gedung sekolah. Kelemahannya tentunya kami tidak bisa mengontrol secara penuh, baik lingkungan pergaulannya ataupun secara kualitas belajar mereka, karena kualitas pengajar yang seadanya yang ada disekolah formal mereka. Oleh karenanya kami berencana membuat  membuat lembaga pendidikan yang terintegrasi antara sekolah formal dan pesantren.

Misi kami dalam pendidikan adalah memfokuskan anak didik sesuai minat mereka, kami tidak akan membebankan anak didik dengan model pesantren pada umumnya yang memaksa anak didik menguasai ilmu agama dan ilmu umum secara bersamaan, dimana mereka harus menguasai puluhan mata pelajaran secara bersamaan, karena tentunya ilmu agama cakupannya sangat luas dan bukan hal mudah, begitupun dengan ilmu umum.  Idelanya menurut kami sistem pendidikan kita mendukung setiap jurusan baik jurusan ilmu umum yang nantinya menjadi ilmuan dan juga jurusan khusus ilmu agama yang nanti menjadi para ulama.
 Namun pada kenyataannya sekarang sistem pendidikan kita hanya baru mendukung program jurusan ilmu umum, sehingga pesantren terpaksa menggabungkan program jurusan umum dan program kurikulum ilmu agama yang pada akhirnya santri ditekan untuk mempelajari banyak bidang ilmu, yang pada akhirnya santri tidak benar-benar menguasai dengan mendalam, baik ilmu umum ataupun ilmu agama itu sendiri, sehingga menjadi ulama tidak dan menjadi ilmuanpun tidak.

Atas dasar pemikiran itu, maka  Insya Alloh  pada tahun 2016/2017 akan membuka SMP/SMA Sains Terpadu, merupakan program sekolah formal SMP/SMA  kombinasi program pesantren dengan modifikasi kurikulum yang ada dari diknas, dimana jika sekolah umum biasanya sains begitu jauh terpisah dari agama dan bahkan melupakan jasa ilmuan Islam terdahulu dalam pengembangan ilmu sains modern, maka kami memodifikasinya dengan penambahan sains Islam berlandaskan Alquran dan Sunnah. Sehingga mereka bisa menjadi ilmuan yang kental dengan ruhani agama Islam yang tentunya menjadi bekal baik untuk kehidupan pribadinya juga akan menumbuhkan kepekaan sosial yang sangat tinggi.
Keunggulan boarding school adalah kami bisa menciptakan lingkungan yang kondusif baik  dalam pendalaman materi sekolah mereka baik teori ataupun praktek, peningkatan bahasa (arab dan Inggris), membiasakan etika Islam dan  menjaga anak didik selalu menjalankan ibadah mereka. Selain itu kamipun memasukan kurikulum enterpreneurship baik berupa teori lapangan juga praktik melalui agro bisnis atau usaha lainnya yang kami jalankan.
Adapun kurikulum pesantren kami hanya memberikan pelajaran-pelajaran yang memang menyangkut dengan ibadah mereka untuk diperaktekan secara pribadi, seperti akidah, fikih, ahlaq dan dzikir doa, dan baca tulis dan hapalan Alquran. Karena tentunya seorang ilmuan tetap diwajibkan beribadah kepada Allah walaupun tidak harus ahli dalam ilmu agama (menjadi ulama).
Walaupun kami menyuguhkan ilmu agama hanya yang bersipat kebutuhan sendiri tapi insyaAllah lulusan kami akan mampu melanjutkan ketingkat universitas Islam luar negri karena mereka telah dibekali kemampuan bahasa arab yang mumpuni, karena syarat utama belajar ketimur tengah, dari pengalaman staf pengajar kami, utamanya bisa bahasa Arab, adapun pemahaman pelajaran lainnya mereka akan bisa mengikutinya. Sehingga para lulusan sekolah kami tidak hanya mampu menjadi ilmuan, akan tetapi mereka juga mempunyai kemampuan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi agama untuk menjadi ulama. 
Untuk mendukung program di atas kami memerlukan bangunan pondokan dan sekolahannya. Diperlukan Dana yang sangat besar untuk mewujudkannya. Bagi yang akan turut berpartisipasi disilahkan. Semoga Alloh meluaskan rejeki orang yang berhati luas ingin membantu misi dakwah ini. Jazakumullohu khoiron katsiron.

Pelaksanaan Qurban 1435H


Alhamdulillah di Alkautsar561 pelaksanaan qurban2 titipan sudah beres hari minggu 5 Oktober 2014 jam 12an. Sapi2 terpotong diangkut ke masing2 kampung penerima. Di lokasi cuma mencacah 2 ekor untuk kampung setempat dan klga besar santri+ustadz2. 
Terima kasih kpd semua Muqorrib. Jazakallohu khoiron katsiron.

Tahun ini lebih tertib, lebih banyak kampung penerima. Daging2 untuk warga kami antarkan ke rumah masing. Gak ada warga antri berdesak2an, hanya utk mendapatkan daging. Masyarakat kami layani dg baik, plastik kantong kita gunakan yang higienis berwarna putih, panitia dan warga yang ngurus pakan dan pengawasan hewan kami berikan makan berat+ringan+kopi+ kue2 dll. Semua jadi kebahagiaan mereka. Alhamdulillah. Semua pengurusan sesuai syari'at, insya Alloh. Semua warga diberi pemahaman dari tahun ke tahun. Tdk ada upah, semua ibadah. Orang qurban dg hewan, kita dg tenaga dan pikiran. Semoga thn2 depan makin baik dan baik lg.....aamiin.

Hewan datang di lokasi di H-2, agar pemberian pakannya tidak trlalu lama. Kami belinya dari peternak keciiiiiillll. Mereka paling punya sapi 1 atau 2 ekor saja. Selain lebih murah juga turut memakmurkan peternak kecil dan memberi semangat Mreka utk beternak terus ada usaha. Warga dari kampung penerima rame2 memberi makan hewan, menunggu secara giliran agar hewan tdk kecekik atau lainnya selama 2x24jam. Jd benar2 kayak pesta rakyat. Alhamdulillah ada 15 kampung dari 3 desa lebih yang menerima dagingnya dg jumlah yang lumayan sekitar 5 ons dagingnya saja, ditambah jeroan+tulang2nya.

Demikian laporan pelaksanaan qurban thn ini.



   


Senin, 29 September 2014

Amalan Pada 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Oleh : H. Aep Saepulloh Darusmanwiati MA.

Setelah pada postingan sebelumnya kita membahas keutamaan pada 10 Hari pertama di bulan Dzulhijjah, kali ini kita akan membahas amalan apasaja yang dapat dikerjakan. Tentunya apapun ibadah dan amal shaleh yang dapat dikerjakan didalamnya, pahalanya sangat istimewa dan luar biasa. Diantaranya adalah:

Pertama, berkurban bagi yang mampu. Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – “مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ, فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا” – رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ مَاجَه, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, لَكِنْ رَجَّحَ اَلْأَئِمَّةُ غَيْرُهُ وَقْفَه

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) dan tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah. Al Hakim menshahihkannya.

Waktu yang palin baik untuk memotong hewan qurban menurut seluruh ulama empat adzhab adalah pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah selesai shalat 'Id. Selain itu, bagi yang berniat untuk berkurban, tidak diperbolehkan baginya untuk memotong kuku, rambut, juga bulu-buluan yang ada pada tubuhnya. sejak tanggal 1 Dzulhijjah, sampai hewan kurbannya itu di sembelih.

Hal tersebut berdasarkan hadits yang  diriwayatkan oleh Ummu Salamah, isteri Rasulullah SAW berkata: "Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang mempunyai hewan untuk dikurbankan, maka apabila hilal bulan dzulhijjah telah masuk (maksudnya telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah), maka janganlah ia memotong rambut, dan kuku-kukunya sampai ia memotong hewan kurbannya.

Kedua, Imam Nawawi dalam sarahnya terhadap Shahih Muslim mengatakan: "puasa pada sembilan hari Dzulhijjah sangat dianjurkan ( sunnah muakkadah), terutama tanggal sembilannya, yaitu pada hari Arafah. Hal ini karena banyak hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan-keutamaan hari-hari dimaksud". setelah mengatakan demikian, Imam nawawi lalu menukil sebuah hadits shahih riwayat Imam Bukhari yang menjelaskan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dimaksud. sedangkan hadits yang diriwayatkan sayyidah Aisyah yaitu ia berkata: "Aku tidak pernah meliha Rasulullah saw berpuasa pada sembilan hjari pertama bulan dzulhijjah sedikitpun" (HR. Muslim). Imam Nawawi ketika menjelaskan hadits tersebut dalam kitabnya al-minhaj, mengatakan: "Hadits diatas termasuk hadits yang dapat dita'wil. Puas pada sembilan hari pertama bulan Dulhijjah bukanlah sesuatu yang makruh, akan tetapi sunnah yang sangat ditekankan, terutama tanggal sembolan Dulhijjah, yaitu hari Arafah. Telah disebutka hadits-hadits yang menjelaskan keutamaannya. bahkan dalam shahih Bukhari juga disebutkan , bahwasannya rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada hari-hari dimana amal shaleh yang dilakukan didalamnya lebih utama, selain amal-amal shaleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah."

Hal tersebut diperkuat juga dengan hadits Hunaidah binti khalid dari istrinya, dari sebagian istri-istri Rasulullah SAW yang mengatakn bahwa Rasulullah SAW senantiasa berpuasa pada sembilan haeri pertama bulan Dzulhijjah, hari Asyura (tanggal 10 Muharram), tiga hari setiap bulan, dan puasa setiap hari Senin dan Kamis setiap bulannya. Hadits inui diriwayatkan opleh Imam Abu Daud, Ahmad dan Nasai. Redaksi diatas merupakan redaksi Abu Daud."

Ketiga, Membaca takbir (Allohu Akbar), tahlil (la ilaha illalloh), tahmid (alhamdulillah)) juga dzikir lainnya.

kalimat takbir ini lebih ditekankan lagi untuk dibaca setiap kali selesai shalat wajib sebanyak tiga kali, sejak setelah shalat Shubuh dari hari Arafah (tanggal 09 Dzulhijjah) sampai setelah shalat Ashar pada tanggal 13 Dzulhijjah (akhir hari tasyrik).

Keempat, melakukan ibadah-ibadah lainnya seperti shalat tahajud, sedekah, memperbanyak shalat sunnat baik rawatib maupun non rawatib, membaca al-Qur'an, membantu dan menolong sesama, juga amal-amal shaleh lainnya.

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari  telah disebutkan tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, Ibnu Rajab al-Hambalidalam al-Lathaif " Apabila amal shaleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini lebih utama dan lebih dicintai oleh Allah dari hari-hari lainnya dalam seluruh tahun, maka amal shaleh apapun yang dikerjakan didalamnya - sekalipun amal shaleh tersebut biasa - lebih utama dari amal-amal shaleh lainnya yang dikerjakan pada hari-hari lain, sekalipun amal tersebut utama". Selanjutnya dalam kesempatan lain ibnu Rajab mengatakan , "Ini menunjukkan bahwa amal shaleh biasa yang dilakukan pada waktu istimewa akan menyamai (pahala) amal shaleh utama yang dikerjakan pada hari-hari bulan biasa. Bahka, dilebihkan dengan dilipatgandakan pahala dan balasannya". Wallahu A`lam bi-shawab

Jumat, 26 September 2014

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Oleh : H. Aep Saepulloh Darusmanwiati MA.
(Kandidat Doktor Universitas Al-azhar Mesir) 

Menurut Ibnu Rajab dalam Lathaiful Ma'arif, diantara sebab Allah melipat gandakan pahala ibadah seseorang adalah karena kemuliaan melakukan waktu ibadahnya (syarafuz zaman).
Ibadah apapun yang dikerjakan pada waktu-waktu yang dimuliakan oleh Allah, maka ibadah tersebut menjadi istimewa, pahalanya dilipat gandakan, dan kedudukannya melebihi ibadah lainnya.

Diantara contoh yang dimuliakan oleh Allah dimaksud adalah, selain bulan Ramadhan adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Maksudnya adalah tanggal 1 sampai tanggal 10 dari bulan Dzulhijjah. Lalu, apa saja keutamaan dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini? diantara keutamaannya adalah:

Pertama, dalam surat Al-Fajr, Allah berfirman:

وَالْفَجْرِ ﴿١﴾ وَلَيَالٍ عَشْرٍ ﴿٢﴾ وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ ﴿٣﴾ وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ ﴿٤﴾ هَلْ فِي ذَٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِي حِجْرٍ ﴿٥

Artinya: "Demi fajar. Dan demi malam yang sepuluh. Dan demi yang genap dan yang ganjil. Dan demi malam bila berlalu. Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal." (QS. Al-Fajr [89] 1-5

 Jumhur ulama salaf maupun khalaf, seperti Abbas, Ikrimah, Abdullah bin Az-Zubair, Masruq bin Al-Ajda, Ad-Dhahhak, sebagaimana disampaikan Imam At-Thabrani dan Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat "dan demi malam yang sepuluh" berpendapat bahwa yang dimaksud malam yang sepuluh itu adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya At-Tibyan Fi Aqsamil Quran : "Allah SWT. bersumpah dengan beberapa makhluk-Nya dan sumpahnya Allah dengan sebagaian makhluk-Nya menunjukan bahwa mkhluk yang disumpahinya itu termasuk diantara tanda kekuasaan-Nya yang agung, luarbiasa"

Kedua, sepuluh hari pertama bulan Djulhijjah termasuk waktu empat puluh malam dimana Allah bertemu dengan Nabi Musa as. bahkan, ia merupakan sepuluh penutup dari empat puluh malam dimaksud.

Dalam Surat Al-A'rof Allah menjelaskanbahwa Dia menjanjikan waktu selama empat puluh malam bertemu dengan Nabi Musa as, untuk menyampaikan ajaran Islam yang akan dibawanya berupa kitab Taurat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya, yang artinya: "Dan telah kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlaku waktu tiga puluh mlam, dan kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam." (QS. Al-A'raf [7] : 142)

Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa sebagian besar para ualam berpendapat, maksud tiga puluh hari pertama adalah bulan Dzjul Qa'dah sedangkan maksud sepuluh hari lagi sebagai penutup adalah sepuluh ahri pertama dari bulan Dzulhijjah. Pendapat ini, menurut Ibnu Katsir, adalah pendapatnya Mujahid, Maruq, Ibnu Juraij juga Ibnu Abbas.

Dengan demikian, lanjut Ibnu Katsir, waktu bertemunya Nabi Musa as. dengan Allah berakhir tepat pada hari raya Idul Adha (tangga 10 Dzulhijjah) atau dalam dalam sepuluh hari pertama bulan. Dan pada hari itu juga, Allah menyempurnakan agama Islam yang dibawa oleh SAW, sebgaimana firman-Nya: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmatku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Maidah [5] :3). Tidak semata-mata Allah memilih waktu-waktu tersebut. Melainkan karena hari-hari yang dimaksud merupakan hari-hari yang sangat istimewa dan sangat dimuliakan.

Ketiga, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah merupakan hari-hari yang paling dicintai oleh Allah untuk melakukan berbagai ibadah didalamnya.

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori disebutkan : 

Dari Ibnu Abbas, Rosulluloh SAW. bersabda: "Tidak ada amal ibadah yang lebih utama selain yang dikerjakan pada sepuluh hari ini (maksudanya sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah)". Para sahabat bertanya: "Apakah sekalipun Jihad di jalan Allah?". Rasululah SAW. menjawab: "Sekalipun dari Jihad. kecuali seseorang yang keluar untuk ber Jihad dengan diri dan hartanya, lalu tidak ada sedikitpun yang pulang daripadanya" (HR. Bukhori)