Berbagi Kebahagiaan Dengan Yatim dan Du'afa

Mari kita berbagi kebahagiaan dengan para santri yatim dan du'afa penghafal quran, kita bantu wujudkan cita-cita mereka menjadi ilmuan yang hafal Alquran

Program Orang Tua Asuh

Hanya dengan menyisihkan min 20K anda sudah menjadi orang tua asuh para santri yatim du'afa penghafal Al-quran

YAYASAN YATIM & DU’AFA ALKAUTSAR 561, MENERIMA PENYALURAN ZAKAT, INFAQ, WAKAF DAN SHODAQOH

Tampilkan postingan dengan label Kata Bijak Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Bijak Islami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2024

MANFAAT SHALAT DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

 


Mengapa harus shalat...?
Kalau gak shalat memangnya kenapa..?

Pertanyaan itu dengan maksud serius sering kali muncul dibenak kaum muslimin tatkala memasuki fase umur 17 tahun, dimana pola pikir kedewasaan sudah mulai tumbuh dan mempertanyakan beragam persoalan keagaman bahkan orang dewasa sekalipun kerap kali mempertanyakan hal tersebut. Untuk apa kita shalat?

Mungkin kebanyakan orang akan menjawab karna shalat adalah kewajiban bagi seorang muslim, ibadah yang tidak boleh ditinggalkan dan jawaban-jawaban lainya yang bersifat dogmatisme sedangkan mereka yang bertanya justru ingin mendapatkan jawaban yang masuk akal dan dapat dipertanggung jawabkan dengan bentuk yang nyata agar mampu direalisasikan dengan penuh cinta. 


Pada kajian pekanan karyawan Al-Kautsar 561 membahas topik seputar manfaat shalat dalam kehidupan serta untuk apa ummat islam diwajibkan shalat. Kajian yang diisi oleh Dr. Kh. Ahmad Subki, Lc. M.Sy menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jawaban yang masuk akal dan mampu diterima oleh masyarakat.

Shalat memang menjadi kewajiban dalam kehidupan sehari-hari ummat islam, oleh karenanya didalam perintah shalat terdapat alasan mengapa Allah S.W.T memerintahkan hamba untuk shalat dengan tingkatan wajib pada ibadah tersebut. Dalam kajian karyawan dijelaskan seorang hamba yang melaksanakan shalat akan sangat berbeda kehidupan sehari-harinya dengan mereka yang hanya hidup, bekerja dan istirahat tanpa mendirikan kewajiban shalat. Hal demikian nampak jelas ketika seorang melaksanakan shalat secara  langsung sang hamba sedang menghadap dan memohon kepada sang penciptanya yang kemudian ketenangan hati pun akan muncul dengan sendirinya lantaran kedekatan dengan sang pencipta.

Kehidupan yang penuh dengan lika-liku problematika menyebabkan seseorang terpuruk rapuh jiwa dan raganya, lelah pikiran bahkan banyak dari manusia yang gila lantaran penat dengan urusan dunia tetapi tidak tahu tempat untuk mencurahkan isi hatinya.


Banyak orang-orang yang mengetahui kewajiban shalat namun ia enggan mendirikannya sehingga kehidupan seringkali mendapatkan permasalahan yang menyebabkan depresi, strees bahkan gila dan bunuh diri.

Shalat menjadi solusi dari hal tersebut dengan shalat seorang hamba mampu berkeluh kesah sekaligus mencurahkan isi hatinya kepada sang pencipta yang tidak pernah lupa terhadap hambanya meskipun sang hamba kerap kali melupakannya. Shalat dengan gerakan-gerakan yang telah dicontohkan dari nabi muhammad S.A.W memberikan beragam kemanfaatan seperti peregangan otot tubuh, melancarkan peredaran darah dan hal-hal lainya yang mampu membuat kesehatan jasmani normal kembali.

Mendirikan shalat menjadikan seorang hamba tenang dan tentram hati, sehat jasmani selain itu dengan shalat seorang akan lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan kepadanya.

Kewajiban shalat juga mengajarkan kepada sang hamba untuk disiplin waktu yang dimana dalam sehari terdapat lima waktu untuk shalat, hal ini akan berdampak pada kebiasaan seseorang terhadap kebiasannya memanajemen waktu hidupnya. 

Dalam akhir kajiannya Kiai Subki menyampaikan "Hirup teh butuh ngejo jeung ngaji (mengingat allah) nu saimbang lamun ngejo parab awak ari ngaji parab akhlak,ngejo teu ngaji sasar, ngaji teu ngejo lapar, teu ngaji teu ngejo modar".

📙: Menebar kebaikan menuju keberkahan bersama Al-Kautsar 561


Kamis, 23 Oktober 2014

Kumpulan Kata Mutiara Quran dan Hadits






“Infaqkanlah hartamu, janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah 
akan menghilangkan barokah rizqi tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.(HR. Bukhari no.1433)





Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" 
(Al-munafiqyn: 10)











“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus (dilakukan) meskipun sedikit.” Al Qasim berkata; Dan Aisyah, bila ia mengerjakan suatu amalan, maka ia akan menekuninya.”

(HR Muslim)












Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-quran dan mengajarkannya
(H.R Bukhori)











Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari, Shahih Bukhari, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy: 5304)