YAYASAN YATIM & DU’AFA ALKAUTSAR 561, MENERIMA PENYALURAN ZAKAT, INFAQ, WAKAF DAN SHODAQOH

Kamis, 16 Oktober 2014

Keutamaan Hari Jum’at

Keutamaan Hari Jum’at
Oleh: Rifqi Fauzi 
(Penulis Al-quran Tematis (Mizan, 2012) dan Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo Mesir)

Ditengah masyarakat kita bahkan di dunia barat sekalipun hari Jum’at lebih dikenal dengan keangkeran dan kemistisannya daripada keutamaanya. Dalam kepercayaan masyarakat kita, Jumat Kliwon merupakan hari sangat angker dan mistis di dunia barat juga dikenal Friday the 13th sebagai hari yang sama dipercayai sebagai suatu yang mistis. Padahal dalam ajaran Islam hari jumat justru sebaliknya, Islam sangat memuliakannya bahkan hari tersebut merupakan hari raya mingguan bagi umat Islam.

Jum’at adalah salah satu nama hari dalam sepekan, penamaan hari ini digunakan padamulanya oleh bangsa-bangsa arab, yang selanjutnya juga digunakan oleh negara-negara yang menganut Islam cukup besar salah satunya adalah Indonesia. Pada masa jahiliah, masyarakatnya menamakannya hari Jum’at dengan sebutan al-‘arubah yang mempunyai arti rahmat.

Dalam bahasa arab, kata ju’mat berasal dari kata ( الْجَمْعُ/al-jam’u ) yang berarti mengumpulkan sesuatu yang terpencar, menurut al-qamus al-muhith merujuk para ahli qiraat, cara membacanya ada tiga: dengan didhammah huruf mimnya (اْلجُمُعَة/ al-jumu`atu), difathahkan mimnya (اْلجُمَعَة/ al-juma`atu) atau disukunkan mimnya (اْلجُمْعَة/ aljum`atu).
Adapun tentang alasan dinamakan hari Jum’at, para ulama berbeda pendapat, dalam Fathul Bari, Al-Hafizh ibnu Hajar  telah menyebutkan pendapat-pendapat ulama tersebut, lalu menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa dinamakan hari Jum’at karena penciptaan nabi Adam As. terjadi pada hari tersebut.

Landasan pendapat ini, adalah hadits Salman Al-farisi radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Saw., berkata kepadanya, “Wahai Salman, apa itu hari Jum’at?”. Salman menjawab, “Allah Swt. dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”, nabi Saw. mengulangi pertanyaan tersebut sampai tiga kali, dan salman selalu menjawab dengan jawaban yang sama, lantas nabi Saw. mengatakan, “Wahai Salman, hari Jum’at terkumpul padanya penciptaan bapakmu atau bapak kalian. ”(H.R Ibnu khuzaimah)
Hadits tadi juga diperkuat dengan hadits lainnya, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “sebaik-baik hari yang terbit matahari pada waktu itu adalah hari jum’at. Pada hari itu adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan dari surga” (HR. Muslim)

Sedangkan profesor Wahbah Juhaily dalam kitabnya Tafsir Al-Munir mengutip dari tafsir Al-Ausi, menyebutkan bahwa penamaan hari Jum’at dikarenakan berkumpulnya manusia pada hari itu untuk melaksanakan sholat dan orang yang pertama yang menamakan hari jumat adalah Ka`ab Bin Luay.
Kenapa hari Jum’at menjadi hari spesial dan mempunyai keutamaan dibanding hari-hari yang lainnya? Pertama, hari Jum’at merupakan satu satunya hari yang dijadikan nama surah dalam Al-Qur’an hal ini tentunya menjadi pertanda keutamaan dan menjadikannya hari spesial untuk memperbanyak ibadah didalamnya selain tentunya kewajiban sholat Jum`at maka tidak salah Allah swt. Menjadikan hari Jum’at sebgai hari rayanya umat Islam, sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Wahai segenap kaum muslimin, sesungguhnya ini (hari Jum`at) adalah hari yang dijadikan oleh Allah Swt. sebagai hari raya bagi kalian.” (HR. Thabarani dan dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’).

Pada dasarnya Allah telah menjadikan Jum’at sebagai hari raya bukan saja bagi pengikut Nabi Muhammad  tapi juga memerintahkan kepada umat sebelumnya  yaitu umat nabi Musa As. dan nabi Isa As. untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya dalam beribadah  namun mereka menyelisihinya. Rasulullah saw. pernah menegaskan  dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah  beliau bersabda, “Kami adalah ummat yang paling akhir, namun paling pertama kelak di akhirat. Kita adalah ummat yang pertama kali akan masuk ke dalam surga, padahal ummat sebelumnya diberikan kitab sebelum kami. Kami diberikan kitab setelah mereka, namun mereka berselisih di dalamnya (maksudnya tentang hari jum’at sebagai hari khusus untuk beribadah). Allah lalu memberikan petunjuk kepada kita semua dari kebenaran yang mereka perdebatkan. Ini (hari jumat) adalah hari  yang diperdebatkan oleh mereka, dan allah telah memberikan petunjuknya kepada kita. Hari jum’at menjadi hari raya bagi kami, dan besoknya adalah hari raya bagi Yahudi, dan besoknya hari raya bagi Nashrani” (HR. Bukhari)

Ibnu hajar Al-Asqalani mengomentari hadits tersebut dalam kitabnya Fathul Bary, menurut beliau hadits diatas menunjukan bahwa dijadikannya hari Jum’at sebagai hari raya bagi umat Nabi Muhammad karena petunjuk Allah sedangkan Yahudi dan Nashrani memilih Sabtu dan Ahad berdasarkan ijtihad mereka yang keliru.

Pendapat Ibnu Hajar diatas berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang dikuipnya dalam kitab Fathul Bary, “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan hari Jum’at kepada kaum Yahudi (untuk dijadikan hari beribadah), namun mereka menolak. Mereka mengatakan: “Wahai Musa, sesungguhnya Allah pada hari Sabtu tidak menciptakan apapun, maka jadikanlah hari Sabtu itu sebagai hari raya bagi kami (sebagai ganti dari hari jum’at).

Nabi Musa pun lalu menjadikan Hari Sabtu sebagai hari raya bagi mereka”. (HR. Ibnu abi hatim) selanjutnya menurut Ibnu Hajar, sangat tidak aneh jika umat Yahudi menyelisihi perintah Allah Swt. karena dalam Al-quran karakteristik mereka adalah selalu menyelisi perintah Allah Swt
Kedua, menurut Rasulullah saw. yang menjadikan hari jum`at begitu spesial adalah dikarenakan pada hari tersebut nenek moyang pertama manusia yaitu Nabi Adam diciptakan dan pada hari tersebut juga Nabi Adam dimasukan ke surga untuk menjadi tempat tinggalnya begitupun dengan peristiwa pengusiran Nabi Adam dari surga dikarenakan gangguan syaitan juga terjadi hari Jum’at beliau bersabda, “Sebaik-baik hari yang terbit matahari pada waktu itu adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan dari surga” (HR. Muslim) 
Ketiga, Hari kiamatpun yang menjadi hari kehancuran alam semesta beserta isinya  juga terjadi pada hari Jum`at Rasulullah pernah bersabda, ”Tidak akan terjadi kiamat selain pada hari jum’at.” (HR. Muslim). Hal ini tentunya menjadi hikmah yang baik bagi umat Islam dengan terjadinya kiamat di hari Jum’at menandakan Allah menginginkan akhir peradaban manusia berakhir dalam kebaikandimana hari Jum’at merupakan hari di dalamnya diperintahkan umat Islam untuk memperbanyak amalan amalan ibadah dan menjauhi segala maksiat kepada Allah swt. dalam sebuah hadits Rasulullah saw. menyebutkan bahwa semua hewan menutup pendengarannya dari mulai pagi hingga terbenam matahari karena takut terjadinya kiamat kecuali jin dan manusia (HR. Abu daud) hadits tersebut menandakan bahwa hewan saja takut terjadinya kiamat maka apalagi manusia yang menanggung perintah untuk beribadah maka sudah selayaknya mempersiapkan diri menghadapi kiamat.
Keempat, Karena kemuliaannya hari Jum’at, jika ada umat Islam yang meninggal dihari tersebut  maka orang tersebut terbebas dari fitnah kubur karena tentunya masuk akal, bagi umat Islam  hari Jum’at menjadi hari yang mengharuskan umat Islam selalu dalam kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Tiada seorang muslim yang meninggal pada hari Jum’at atau malamnya kecuali Allah Subhanahu wata’ala akan menghindarkannya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr ).
Penulis Bisa Dihubungi Melalui Email: abu.nizhan@gmail.com/HP: 085295963599



0 komentar:

Posting Komentar