YAYASAN YATIM & DU’AFA ALKAUTSAR 561, MENERIMA PENYALURAN ZAKAT, INFAQ, WAKAF DAN SHODAQOH

Jumat, 04 April 2014

Mengolah Hati Untuk Meraih Makna

Hati-hati dengan cara hidup kelihatannya mengejar akhirat atau berbuat untuk akhirat, tapi cara dan hatinya bukan mencari Ridlo Alloh, ada yang kesannya untuk dunia, tapi sesungguhnya ia telah nyimpan investasinya untuk akhirat. Jangan biarkan hati dan jiwa ini terbelnggu oleh hawa nafsu yang mengotori tujuan kita untuk memperoleh Ridlo-Nya. Ada hal-hal yang kita tidak sadari akhinya melahirkan berbagai macam kemunafikan dan kedzaliman yang tidak dirasa atau samar-samar kita memahaminya. Hingga tumbuhlah ke engganan untuk berbuat segala sesuatu yan sesuai dengan  aturan yang sebenarnya. Kita kadang tidak pernah menyertakan akal sehat kita, kita tidak pernah melibatkan keilmuan kita, dan kita tidak punya naluri atau kemampuan membaca tentang isyarat-isyarat yang punya nilai kebenaran itu sendiri, pola pikirnya polos sehingga sinyal-sinyal yang mengandung nilai-nilai Ilahiah (kebenaran) tidak bisa di tangkap hatinya. Bahkan untuk mau minta petunjuknya pun selalu berdalih atas nama hasrat dan keinginan hawa nafsunya sendiri. Alloh dan aturan-aturannya ditempatkannya pada posisi berikutnya setelah keinginnan dan tujunnya.

Jangan biarkan hawa nafsu bebas berkelana mengendalikan jiwa kita tanpa pengendalian yang terarah, tanpa pengolahan hati dan pikiran yang matang, yang dapat membawa hikmah dan kebarokahan yang maslahat, olahlah hati dan pikiran ini dengan pengolahan dan penataan yang tepat dan proporsional (sesuai pada tempatnya), sehingga dapat melahirkan ucapan dan tindakan yang  menyejukan dan menyamankan dirinya dan lingkungannya. Endingnya dapat membawanya pada keselamatan dunia dan akhirat. Tempatkan kejujuran pada hati kita untuk modal memperoleh kenyamanan dan ketenangan dalam menjalani hidup ini, kenyamanan dan ketenangan tidak bisa kita raih dengan cara yang salah, sikap yang salah atau cara yang instan. Semua harapan dan amal soleh itu bisa kita raih dengan ilmu dan usaha yang  keras, juga dengan cara menyikapi dengan sikap yang terbaik dalam menghadapi segala permasalahan(sebaik-baiknya dalam bersikap/beretika). Sejauh mana kita mampu mentransfer dan mengaplikasikannya ahlak mulia yang dicontohkan oleh Rosululloh SAW,  yang berorientasi pada Al-Qur’an. Selain indah, sejuk, damai dan kita selalu ada dalam posisi yang selamat penuh kebarokahan, tidaklah berlebihan bila kita berasumsi yang bermuara pada keselamatan dan kebahagiaan yang hakiki, logikanya setiap ahlak mulia itu yakin akan membawa kita ke jalan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Manusia memang selalu berkeluh kesah, banyak hal di dalamnya yang membuat manusia tidak bisa lepas dari sipat ini. Termasuk kurangnya rasa syukur, segala kenikmatan yang telah Alloh berikan kepada hamba-Nya tidak pernah ia syukuri apalagi harus mentafakurinya. Sehingga hidupnya selalu resah dan gelisah (jauh dari ketenangan batinnya), penuh dengan gejolak nafsu amarah yang menguras energinya dan tidak pernah merasa puas meski harapan dan keinginnannya telah tercapai. Tapi begitu ada hal yang baru, selalu timbul keinginannya untuk memiliki hal yang baru itu, kadang tak pernah memikirkan, apakah itu akan memberikan kemaslahatan bagi dirinya atau sebaliknya. Kalau sikap ini tidak dinetralisir atau tidak dibentengi dengan ke imanan dan sikap yang terbaik, semua ini akan menjebak dirinya kepada kelalaian dan kekufuran. Yaitu kufur nik’mat. Na’udzubillahimindzalik.

Aplikasinya semua itu bisa kita minimalisir atau kita bisa atasi dengan cara pemaksaan untuk menghijrahkan segenap jiwa raga kita untuk ber-amar ma’ruf nahi mungkar, bahkan lebih baik lagi dengan kesadaran yang tulus untuk menghijarkan diri kita, dari alam kegelapan menuju ke alam yang terang benderang (minadzdzulumati ilannur). Tepatnya dari keburukan sikap (pengekangan hawa nafsu secara benar) menuju implementasi amal soleh yang tepat sesuai dengan aturan main Sang Maha Pengatur. Dan akhirnya bermuara pada ketaatan yang istiqomah dalam menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Salah satu Efek dari pengabdian hamba Alloh secara totalitas Kepada-Nya adalah mendapatkannya (pencerahan) ketenangan lahir batin, indah dan sejuknya dalam bersikap yang didasari karena Alloh. Insya Alloh pada akhirnya keselamatan dan kebahagiann Dunia dan Akhirat bisa di raihnya. Amin, Wallohu’alam bishshawab. 

By:H.A.Juandi Sulaeman

___________________________________________________________________________
Bagi yang akan berpartisipasi :
   Bank Mandiri a/n: "Yayasan Al Kautsar 561" Norek: 131 00 10189498
   BCA KCB BTC a/n: "Tati Susilawati"                Norek: 5140139230
   BNI Cab. ITB a/n: "Tati Susilawati"                Norek: 0063788860 
   Kirim Konfirmasi setelah pengiriman ke:
   Hp. 081 224 690 45, PIN. 2293EA61

Semoga Allah SWT. dengan berlipat-lipat baik di dunia maupun diakhirat kelak
Amin....

0 komentar:

Posting Komentar